Batam, mejaredaksi – Anggota DPD/MPR RI Dapil Kepulauan Riau, Dwi Ajeng Sekar Respaty, terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kepulauan Riau agar naik kelas melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Komitmen tersebut diwujudkan lewat program “Peningkatan Daya Saing UMKM Melalui Adopsi Teknologi AI” yang digelar pada 7–8 Mei 2026 di Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA), Kota Batam.
Program ini merupakan hasil kolaborasi bersama ASEAN Foundation dan Kumpul IMPACT untuk meningkatkan kemampuan digital pelaku UMKM di Kepri.
Menurut Dwi Ajeng, UMKM harus mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi digital yang semakin cepat.
“Intervensi strategis melalui pelatihan AI ini kami hadirkan untuk mentransformasi UMKM lokal menjadi entitas bisnis berkinerja tinggi yang siap berintegrasi dalam rantai nilai di tingkat nasional maupun tingkat Asia Tenggara,” ujarnya
Ia menjelaskan, penggunaan AI dapat membantu pelaku usaha menjalankan berbagai aktivitas bisnis secara lebih efektif, mulai dari promosi produk, pengelolaan pelanggan, hingga efisiensi operasional.
Pelatihan ini menjadi bagian dari program regional AIM ASEAN (AI for MSME Advancement in ASEAN) yang dijalankan ASEAN Foundation bersama Asian Venture Philanthropy Network (AVPN).
Program tersebut mendapat dukungan dari Google.org, Asian Development Bank (ADB), dan ASEAN Coordinating Committee on MSMEs (ACCMSME).
Kegiatan ini juga didukung oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau, UPTD PLUT KUMKM Batam, serta akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNRIKA.
Selama dua hari pelatihan, peserta dibekali pemahaman dasar mengenai penggunaan AI sebagai asisten digital untuk membantu aktivitas usaha sehari-hari. Materi disusun agar mudah dipahami oleh pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha.
Batam dinilai memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan ekonomi digital dan percontohan penerapan AI bagi UMKM di Indonesia maupun kawasan ASEAN.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Kepri, terdapat lebih dari 146 ribu UMKM di wilayah Kepulauan Riau. Sebanyak 94.600 UMKM di antaranya telah terintegrasi dalam Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) nasional.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kepri pada Triwulan I-2026 mencapai 7,04 persen atau tertinggi di Sumatera. Kondisi tersebut dinilai menjadi momentum tepat untuk mempercepat transformasi digital sektor UMKM.






