
Batam, MR – Dinyatakan hilang dan hanyut terseret arus laut pantai Tanjung Piayu, Batam sejak Minggu (7/2/2021) yang lalu, Ediyanto (38) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, pada Selasa (9/2/2021) malam.
Kepala Basarnas Tanjungpinang, Mu’min mengatakan Ediyanto ditemukan oleh tim pencarian dengan jarak kurang lebih 2 Nautical Mil (NM), dari titik lokasi yang dilaporkan.
“Selanjutnya korban di evakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, Nongsa Kota Batam,” ujar Mu’min.
Dalam pencarian terhadap Ediyanto, kata Mu’min tim sempat menyisir sejauh 3 NM yang di bagi menjadi 2 Dua SRU, yakni Tikm Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Batam bersama Polair Polda Kepri melaks pencarian dengan menyisir sekitar LKK.
Seanjutnya, sambung dia tim melakukan pencarian diarah Timur Laut menggunakan Alut yang dimiliki Potensi SAR masings.
“Polair Polresta Barelang Batam, masyatakat setempat, pihak keluarga korban, melakukan pencarian dengan menyisiran bibir pantai menggunakan kapal kayu atau pompong,” ungkapnya.
Mu’min mengakui Ediyanto ditemukan oleh tim pada pukul 18.20 WIB, sehingga operasi pencarian korban yang hilang di Pantai Tanjung Piayu Batam tersebut dinyatakan ditutup.
Dirinya menceritakan, bahwa Ediyanto yang sudah menjadi korban itu sempat berliburan di Pantai Tanjung Piayu bersama keluarganya, pada Minggu (7/2/2021) kemarin.
Pada saat itu, sambung dia Ediyanto juga sempat menolong keponaknnya yang hampir hanyut terseret kuatnya arus ombak di Pantai tersebut.
“Keponakan dari korban hampir terseret arus dan korban menyelamatkan, sehingga keponakannya semalamat,” ungkapnya.
Namun, nasib naas terjadi setelah korban menyelamatkan keponakannya. Ediyanto dinyatakan hilang dan diduga ikut terseret arus.(red)






