
Tanjungpinang, MR – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat untuk Kabupaten Lingga dan Kabupaten Kepulauan Anambas nihil tambahan dan kasus aktif Covid-19.
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kepri, Lamidi menyampaikan untuk Lingga sudah lima hari belakang ini nihil kasus aktif Covdi-19. Sedangkan Anambas dua hari terakhir nihil kasus aktif Covid-19.
“Sedangkan dari data 22 Oktober 202, tercatat kasus aktif tinggal 58 orang di Kepri,” ujar Plt Sekda Provinsi Kepri, Lamidi.
Jumlah tersebut, katanya, merupakan kasus aktif Covid-19 baik yang sedang menjalani isolasi mandiri, karantina terpadu dan dirawat di rumah sakit. Jumlah tersebut tersebar di 5 kabupaten/kota, diantaranya, Kota Batam 14 orang, Tanjungpinang 12, Bintan 3, Karimun 18, dan Natuna 11 orang.
Jumlah tersebut akan terus berkurang seiring semakin rendahnya angka terkonfirmasi positif harian dan semakin bertambahnya angka pasien sembuh.
“Meskipun dua daerah sudah nihil kasus terkonfirmasi positif, tetapi seluruh daerah di Kepri masih berstatus zona kuning atau resiko rendah penyebaran Covid-19,” ujarnya kembali.
Secara umum total konfirmasi se-Provinsi Kepulauan Riau 53.826 orang, dengan rincian kasus aktif sebanyak 58 orang atau hanya 0,11 persen. Sedangkan pasien sembuh sebanyak 52.014 orang atau 96,63 persen, adapun yang meninggal sebanyak 1.754 orang 3,26 persen.
BOR Rumah Sakit Se-Provinsi Kepulauan Riau 3.11 persen dan Positivity Rate Kepulauan Riau di angka 0.17 persen. Seperti di Kota Tanjungpinang berada diangka 0,55 persen, Kota Batam 0,04 persen, Bintan 0,19 persen, Karimun 1,07 persen. Sedangkan, Kabupaten Lingga 0,29 persen, Anambas 0,30 persen, dan Kabupaten Natuna 0,74 persen.
Dengan demikian, Lamidi kembali mengimbau agar seluruh masyarakat tetap menaati protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dalam kasus yang terus menurun kita jangan lengah. Tingkatkan terus kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan sehari hari baik di lingkungan keluarga, lingkungan kerja dan lingkungan masyarakat,” pungkasnya.
Terpisah, Wakil Ketua Satgas Penangan Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, mengungkapkan meski angka terkonfirmasi positif saat ini sudah bisa ditekan. Ditambah lagi Kepri sudah berstatus PPKM level 1, namun potensi gelombang ketiga Covid-19 masih bisa terjadi.
“Maka, kita harus tetap mewaspadai hal tersebut karena lonjakan tersebut bisa saja terjadi,” ujarnya.
Dikatakan Tjetejp, pada akhir tahun mendatang diprediksi akan terjadi lonjakan mobilitas masyarakat dalam menyambut musim liburan sekolah, natal dan tahun baru. Sehingga, jika hal tersebut tidak diantisipasi sejak dini akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga.
“Oleh karena itu, kita harus antisipasi sejak dini, jangan sampai masyarakat lalai menerapkan protokol kesehatan. Satgas Kepri akan terus melakukan pengawasan dalam menerapkan protokol kesehatan,” tutupnya. Bar






