Tanjungpinang,mejaredaksi – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, mendorong percepatan program kampung nelayan di wilayah Kepri guna meraih porsi maksimal dari target nasional pembangunan 5.000 kampung nelayan.
“Kalau kampung nelayan, yang penting kita cepat mengusulkan. Kemarin saya menjumpai Pak Menteri, kalau bisa usulkan 100 kampung nelayan di Kepri karena kita daerah kepulauan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini lebih dari 70 lokasi kampung nelayan di Kepri telah terverifikasi di Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Namun, masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan lahan di tingkat desa.
“Alhamdulillah sudah lebih dari 70 yang terverifikasi di kementerian. Sebagian masih kita rapatkan lagi karena ada permasalahan ketersediaan lahan,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemerintah kabupaten/kota diminta bergerak cepat untuk memenuhi persyaratan tersebut agar Kepri bisa mendapatkan kuota lebih besar dari program nasional.
“Target nasional 5.000 kampung nelayan akan dibangun, dan kita harus dapatkan sebanyak mungkin di Kepri,” katanya.
Ia menambahkan, setiap kampung nelayan memiliki nilai anggaran sekitar Rp22 miliar, sehingga program ini dinilai strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Saat ini, program kampung nelayan yang telah berjalan di Batam berjumlah 2 dan di Natuna 1, sementara tim verifikasi dari kementerian terus turun ke lapangan untuk mempercepat realisasi di wilayah lainnya.







