
Pementasan Teater Bangsawan Melayu Indera Perkasa Pulau Penyengat di Tanjungpinang Fest 2023, Jumat (26/8/2023) malam, seakan membangkitkan kembali teater rakyat tradisional yang berkembang di Tanah Melayu khususnya di Tanjungpinang.
Dalam pementasan di kawasan Kota Lama Tanjungpinang itu, Teater Bangsawan Melayu Indera Perkasa Pulau Penyengat mengangkat kisah Hang Nadim, tokoh bersejarah di kalangan masyarakat Melayu.
Sebuah tontonan kisah klasik legendaris yang apik Lewat lakon para aktor yang memukau di atas panggung.
Pertunjukan Teater Bangsawan juga dikenal dengan sebutan Wayang Bangsawan.
Pertunjukan ini memadukan beragam kesenian, yaitu drama, tari, lagu, musik, komedi, dan laga yang disebut menjadi cikal bakal lahirnya teater moder di Indonesia.
Awalnya, Teater Bangsawan dimainkan para bangsawan atau pejabat kerajaan sebagai hiburan untuk raja dan orang-orang yang ada di lingkup istana.
Teater Bangsawan berkembang di Kepulauan Riau dan Lingga, bahkan juga berkembang hingga Malaysia Dan Brunei Darussalam.
Warisan Budaya Tak Benda yang Dibangkitkan Kembali

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Zulhidayat yang hadir malam itu menyampaikan semangatnya untuk membangkitkan dan mengembangkan Teater Bangsawan.
Menurutnya, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan menjadikan Teater Bangsawan sebagai salah satu kekuatan yang bisa mendorong perekonomian di Ibukota Provinsi Kepri itu.
“Kami akan mencoba untuk membangkitkan kembali di kota Tanjungpinang,” ujar Zulhidayat.
Upaya membangkitkan kesenian telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda tahun 2015 itu disebut Zulhidayat sebagai salah satu strategi menarik pasar pariwisata.
“Saya rasa potensi yang kita miliki tidak kalah dengan daerah lainnya. Tinggal bagaimana mengemas dan memproduksi paket-paket wisata untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas, termasuk di kancah internasional,” tambah Zulhidayat.
Selain Teater Bangsawan, Tanjungpinang Fest yang digelar dalam rangka memperkenalkan kekayaan budaya Tanjungpinang ini juga menampilkan sejumlah kesenian lainnya.
Di antaranya penampilan musik dari Sanggar Seni Staman, Sarvati, dan pembacaan Gurindam 12.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Faisal Pahlevi menyatakan bahwa Tanjungpinang Fest tahun ini adalah langkah signifikan Pemko dalam memastikan bahwa seni dan budaya terus berkembang.
Langkah itu dia sebut dilakukan bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, serta Pemerintah Provinsi Kepri.
Penulis/Editor: Andri







