Batam Pacu Penataan Infrastruktur Dasar dan Estetika Kota

Batam,mejaredaksi – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Kota Batam terus memperkuat infrastruktur dasar dan penataan wajah kota di tengah pertumbuhan investasi dan ekonomi.

Program tersebut mencakup perbaikan jalan, penanganan banjir, penghijauan hingga penerapan teknologi penerangan jalan.

Pada 2026, sebanyak 12 dari 19 pekerjaan perbaikan jalan telah rampung. Beberapa di antaranya berada di Jalan Gadjah Mada depan Southlink dan Jalan Yos Sudarso di atas underpass.

Peningkatan jalan juga dilakukan pada jalur landing point Fly Over Sei Ladi menuju Fly Over Madani.

Selain jalan, BP Batam menangani 29 titik banjir melalui peningkatan drainase, pembangunan saluran dan bangunan pelintas, pemeliharaan serta normalisasi saluran.

Penanganan tersebut mencakup Melcem Batu Ampar, Simpang Kabil, Cendana-KDA, Green Nongsa Batu Besar, Kampung Belian, Sei Binti, Sei Lekop, Tiban, Sagulung hingga kawasan industri.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan pembangunan infrastruktur harus mengikuti perkembangan Batam sebagai pusat industri dan investasi.

“Batam berkembang sangat cepat sebagai pusat industri dan investasi. Karena itu, infrastruktur dasar harus mampu mengimbangi pertumbuhan tersebut,” katanya di Batam Centre, Minggu (30/8/2026).

Ia mengatakan infrastruktur yang memadai akan membantu memperlancar mobilitas masyarakat, mengurangi persoalan banjir serta memperkuat konektivitas kawasan industri dan permukiman.

“Pembangunan fisik yang saat ini berjalan merupakan upaya untuk menjawab kebutuhan kota yang terus tumbuh, sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih lancar,” ujarnya.

Penataan juga menyasar ruang publik. BP Batam melakukan penghijauan di sejumlah ruas jalan utama dengan menanam tanaman bougenville.

Program tersebut diarahkan untuk membuat lingkungan Batam lebih hijau, bersih dan memiliki nilai estetika.

BP Batam juga menyiapkan sistem smart integrated Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dapat digunakan untuk memantau kondisi lampu secara realtime, terutama di ruas jalan utama.

Ia menilai kualitas lingkungan perkotaan turut menjadi pertimbangan investor dalam melihat perkembangan sebuah daerah.

“Investor tentu melihat banyak aspek. Selain infrastruktur dan kemudahan investasi, mereka juga memperhatikan bagaimana sebuah kota ditata, kebersihannya, kenyamanan lingkungannya, serta kualitas hidup masyarakatnya,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan penataan kota harus berjalan beriringan agar Batam tidak hanya kuat sebagai pusat industri dan investasi, tetapi juga nyaman untuk masyarakat.

“Kami ingin Batam terus berkembang menjadi kota yang tertata, kompetitif dan nyaman bagi masyarakat maupun dunia usaha,” pungkasnya.