
Tanjungpinang, MR – Belasan jurnalis dari berbagai media di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengikuti Workshop Literasi Data yang ditaja oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bersama USAID dan Internews.
Kegiatan yang diikuti 12 Jurnalis yang tergabung dalam AJI Kota Tanjungpinang ini, bertujuan memprkuat kapasitas jurnalis dalam menyajikaan data sebagai salah satu sumber berita.
Ini adalah sebuah program peningkatan kapasitas jurnalis mengenai sumber-sumber data terbuka yang bisa digunakan untuk membuat news story dan membuat liputan berbasis data, serta mendorong kolaborasi antara jurnalis, media, dan pemilik data dalam membuat liputan berbasis data dan memberikan akses informasi yang lebih baik kepada publik.
Peserta yang terpilih dalam Workshop Literasi Data dilatih oleh trainer yang ditunjuk oleh AJI Indonesia. Target yang diharapkan adalah untuk meningkatkan pemahaman jurnalis mengenai sumber-sumber data terbuka yang bisa digunakan untuk membuat news story dan membuat liputan berbasis data, serta mendorong kolaborasi antara jurnalis, media, dan pemilik data dalam membuat liputan berbasis data dan memberikan akses informasi yang lebih baik kepada publik.
Salah satu peserta Zulfikar mengatakan, kegiatan ini memberikan diri pengetahuan baru. Karena banyak ekosistem yang ada bisa dipergunakan untuk memperkaya data. Baginya, pelatihan ini menjadi pengetahuan baru. Karena data memainkan peran penting dalam menyajikan sebuah pemberitaan.
“Kegiatan ini merupakan trobosan baru bagi jurnalis di Tanjungpinang dalam mengolah data terbuka untuk dikembangkan dalam sebuah peliputan,” ujarnya.
Kegiatan dilaksanakan secara daring dengan jumlah 8 (delapan) sesi yang terbagi menjadi 4 (empat) kali pertemuan. AJI Tanjungpinang sebagai salah satu pelaksana training sudah menggelar kegiatan ini pada 15-16 September 2021 untuk sesi 1 sampai empat. Kemudian sesi 5-8 digelar pada 25-26 September 2021.
Adapun trainer kegiatan ini adalah Aries Munandar, dan Eviera Paraminta Sandi. Selain itu ada juga turut bergabung dalam memberikan penjelasan adalah Adi Marsiela. Bar






