
Tanjungpinang, MR – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang menggelar kegiatan workshop Penguatan Kapasitas kepada Insan Media untuk mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba.
Diikuti sebanyak 24 jurnalis di Tanjungpinang dari berbagai media massa baik media cetak, elektrronik (radio dan televisi) serta media online ini dilaksanakan di Aston Hotel Tanjungpinang, Jumat (19/11/2021).
Dikesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Tanjungpinang, Melly Puspita Sari mengajak semua pihak termasuk insan media untuk ‘perang’ terhadap Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Koordinator Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi Kepri ini, juga mengajak insan media ikut mensosialisasikan bahaya penggunaan narkoba, untuk mendukung berdirinya Kota Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan).
“Sebelumnya kami juga melaksanakan kegiatan yang sama kepada semua elemen masyarakat. Saat ini kami menggandeng insan media yang juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama mendukung Kotan,” ujarnya.
Dalam paparannya, Melly menjelaskan Indonesia sudah menjadi negara darurat narkoba. Dimana terdapat efek yang berbahaya dari penggunaan narkoba langsung menyerang dan merusak otak.
“Agar dapat terhindar dari peredaran narkoba mari berkomitmen untuk mewujudkan Kota Tanjungpinang menjadi kota tanggap ancaman narkoba. Melalui pemberitaan tentunya masyarakat bisa membaca hal penting yang disampaikan BNN,” ujar Melly.
Sehingga yang diharapkan, informasi tetang bahaya narkoba sampai kepada masyarakat. Seperti program-program dari BNN berupa rehabilitas dan dijamin tidak dipenjara jika melaporkan diri sebelum tertangkap polisi.
Saat ini narkoba sudah masuk ke seluruh lapisan yang ada di masyarakat. Dari berbagai kasus yang ada sudah menyasar ke semua tempat bahkan tempat ibadah, sedangkan dari segi pelaku penyalahguna juga semua kalangan termasuk mulai dari masyarakat umum, pekerja swasta, PNS, pejabat, polisi, jaksa, hingga hakim.
“Di Kepri, Angka penyalahgunaan narkoba sudah mulai menurun. Pengguna narkoba banyak lebih memilih Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dibanding loka rehabilitas,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu jurnalis media online di Tanjungpinang, Masrun mengaku workshop itu sangat membantunya dalam memahami kondisi sebenarnya dalam penanganan penyalahgunaan narkotika. Baik yang melaporkan diri ke BNN juga pelaku yang tertangkap pihak kepolisian.
“Materi yang disampaikan edukatif dan mendukung BNN dalam menyampaikan kepada masyarakat secara luas,” ujranya. Bar







