Batam, mejaredaksi – Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat menindaklanjuti masukan Komisi VI DPR RI terkait penanganan banjir dan genangan air di Kota Batam. Sehari setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta, Rabu (17/6/2026), tim BP Batam langsung turun meninjau 11 titik rawan banjir.
Peninjauan dipimpin Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, bersama Direktur Pembangunan Infrastruktur Wulung Wardhana. Kegiatan tersebut turut melibatkan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam serta para camat guna menyusun langkah penanganan yang terintegrasi.
Lokasi yang ditinjau meliputi Orchard Park Batam Kota, Kampung Jabi, SDN 010 Nongsa, Sekupang, Batu Aji, Sagulung, hingga kawasan depan Panbil Industrial Estate yang kerap tergenang saat hujan deras.
Mouris menegaskan, verifikasi lapangan penting dilakukan agar solusi yang disiapkan sesuai dengan karakteristik persoalan di setiap lokasi.
“Kami turun langsung untuk memastikan kondisi di lapangan karena setiap lokasi memiliki karakteristik persoalan yang berbeda. Penanganannya harus terukur, tepat sasaran, dan terkoordinasi,” ujarnya.
Menurut Mouris, langkah cepat tersebut merupakan arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra agar setiap aspirasi masyarakat maupun DPR RI segera diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Bapak Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Ibu Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, selalu menegaskan bahwa persoalan masyarakat tidak boleh berhenti pada pembahasan di ruang rapat. Setiap masukan, termasuk yang disampaikan DPR RI, harus segera diterjemahkan menjadi langkah nyata dan solusi di lapangan,” tegasnya.
BP Batam kini menyiapkan skema penanganan berupa normalisasi saluran, peningkatan kapasitas drainase, evaluasi aliran air, serta penguatan kolaborasi lintas instansi guna mengurangi risiko banjir dan meningkatkan keandalan infrastruktur Kota Batam.











