Tanjungpinang, mejaredaksi – Upaya mempercantik dan merevitalisasi Pulau Penyengat tidak cukup hanya berhenti pada pembangunan fisik. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendorong adanya perawatan berkelanjutan, termasuk menjaga kebersihan lingkungan pulau bersejarah tersebut.
Pesan itu disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat turun langsung mengikuti gotong royong bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kepri di kawasan permukiman masyarakat Pulau Penyengat, Selasa (22/9).
Ansar bersama jajaran OPD membersihkan lingkungan permukiman dan sejumlah kawasan yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kelestarian Pulau Penyengat yang memiliki nilai sejarah dan budaya Melayu.
Menurut Ansar, kebersihan menjadi bagian penting dalam menjaga hasil revitalisasi yang telah dilakukan pemerintah. Perawatan lingkungan juga diperlukan agar Pulau Penyengat tetap nyaman bagi masyarakat sekaligus memiliki daya tarik bagi wisatawan.
“Kita sudah melakukan berbagai upaya revitalisasi Pulau Penyengat. Karena itu, yang tidak kalah penting adalah bagaimana hasil revitalisasi ini terus kita rawat dan jaga bersama, termasuk kebersihan lingkungannya,” ujar Ansar.
Ia mengatakan, Pulau Penyengat memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya di Kepri. Karena itu, kondisi lingkungan harus menjadi perhatian bersama agar wisatawan yang datang mendapatkan pengalaman yang nyaman.
“Kalau kebersihan dan lingkungannya terus kita jaga, tentu Pulau Penyengat akan semakin nyaman dikunjungi dan semakin menarik bagi wisatawan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Ansar juga mengajak masyarakat Pulau Penyengat untuk berperan aktif menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, fasilitas dan kawasan yang telah dibangun pemerintah diharapkan dapat dirawat secara bersama-sama.
Menurutnya, menjaga Pulau Penyengat tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga upaya mempertahankan nilai sejarah dan budaya yang melekat pada kawasan tersebut.
Gotong royong bersama jajaran OPD ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa keberlanjutan hasil revitalisasi membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat.












