Bulog Tanjungpinang Pastikan Stok Beras Aman hingga Empat Bulan

Tanjungpinang,mejaredaksi – Bulog Cabang Tanjungpinang memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga hingga empat bulan ke depan. Saat ini, Bulog menguasai sekitar 3.000 ton beras medium yang disiapkan untuk berbagai program pemerintah.

Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan stok tersebut diperuntukkan bagi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, hingga cadangan pangan pemerintah daerah.

“Posisi saat ini ada sekitar 3.000 ton beras CBP medium. Stok ini masih cukup untuk tiga sampai empat bulan ke depan,” katanya, (07/6/2026).

Di tengah kenaikan harga beras di pasaran, Bulog memastikan pasokan SPHP masih mencukupi. Harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP juga belum mengalami perubahan, yakni Rp13.000 per kilogram atau Rp65.000 untuk kemasan lima kilogram.

Ia menjelaskan, hingga kini belum terjadi lonjakan permintaan beras SPHP meski sebagian masyarakat mulai beralih dari beras komersial.

“Ritme penjualan SPHP masih normal dibanding minggu-minggu sebelumnya. Belum ada peningkatan permintaan yang signifikan,” ujarnya.

Selain memenuhi kebutuhan wilayah Tanjungpinang, Bulog juga menyalurkan sebagian stok ke daerah lain. Sebanyak 100 ton beras dikirim ke Karimun, sedangkan Natuna mendapat tambahan pasokan hingga 500 ton.

Menurut Arief, pengiriman dilakukan sebagai langkah menjaga ketersediaan stok di daerah tujuan. Distribusi beras berasal dari Pulau Jawa dan diangkut melalui jalur laut menggunakan kapal curah maupun kontainer sesuai pengaturan pemerintah pusat.

Ia menambahkan, Bulog menerapkan sistem manajemen stok untuk menjaga ketersediaan beras. Gudang Bulog Tanjungpinang dipertahankan memiliki stok minimal 1.000 ton. Ketika jumlah tersebut mulai berkurang, Bulog segera mengajukan penambahan pasokan agar distribusi tetap berjalan lancar.

“Kami menjaga stok minimal 1.000 ton. Kalau sudah mendekati batas itu, kami langsung mengusulkan pengiriman berikutnya sehingga pasokan tetap aman,” katanya.

News Feed