Tanjungpinang, mejaredaksi – Stok daging kerbau beku di gudang Bulog Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), telah kosong selama tiga bulan terakhir. Hal ini disebabkan karena Bulog tidak lagi memegang kendali atas pendistribusian daging tersebut.
Kepala Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, menyatakan bahwa penghentian penjualan daging beku senilai Rp80 ribu per kilogram ini merupakan instruksi dari pusat. Namun, ia tidak mengetahui pasti alasan di balik kebijakan tersebut.
“Daging sudah kosong, tiga bulan yang lalu sudah habis. Jadi selama itu, memang kita tidak jual lagi,” ujar Arief, Rabu (16/10/2024).
Menurut Arief, permintaan daging kerbau beku di Provinsi Kepri, khususnya di Kota Tanjungpinang, memang tidak terlalu tinggi. Masyarakat di wilayah tersebut lebih cenderung mengonsumsi daging segar dibandingkan daging beku.
“Di Kepri sedang-sedang aja permintaan (daging beku). Memang masih ada peminatnya, namun tidak terlalu tinggi ya,” ungkapnya.
Sementara itu, Arief menegaskan bahwa stok bahan pokok lainnya di Bulog Tanjungpinang masih mencukupi.
Saat ini, tersedia 800 ton beras, dengan tambahan 2.000 ton yang akan masuk pada November 2024. Selain itu, gudang Bulog juga menyimpan 3.000 liter Minyakita dan 1.500 ton gula pasir.
“Stok beras, gula, dan minyak dipastikan aman jelang akhir tahun 2024,” tutup Arief.
Penulis: Ismail | Editor: Panca






