Tanjungpinang,mejaredaksi – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat kekurangan tenaga pendidik mencapai sekitar 1.500 guru di berbagai satuan pendidikan.
Kebutuhan terbesar saat ini berada pada guru vokasi untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan secara rinci berdasarkan nama sekolah dan kebutuhan guru per mata pelajaran.
“Data by name satuan pendidikan dengan jumlah kekurangan guru per mata pelajaran sudah kita miliki semua. Tinggal nanti disampaikan ke gubernur dan ditugaskan ke BKD terkait formasi,” ujar Andi Agung, Kamisn(07/5/2026).
Menurutnya, saat ini Disdik Kepri juga tengah melakukan penataan distribusi guru antar sekolah.
Langkah itu dilakukan karena ada sejumlah sekolah yang mengalami kelebihan guru, sementara sekolah lain masih kekurangan tenaga pengajar.
Ia mencontohkan, terdapat sekolah yang memiliki dua guru PKKN padahal kebutuhan hanya satu orang. Kondisi tersebut akan dievaluasi untuk pemerataan tenaga pendidik.
“Kita sedang memetakan guru di seluruh satuan pendidikan di Kepri, terutama setelah adanya penataan Undang-Undang ASN,” jelasnya.
Ia menyebut kekurangan guru paling banyak terjadi di Kota Batam. Sementara itu, guru yang paling dibutuhkan saat ini adalah tenaga pengajar vokasi untuk SMK.
Secara keseluruhan, jumlah sekolah di Kepri mencapai lebih dari 300 satuan pendidikan, terdiri sekitar 170 lebih SMA, 110 SMK termasuk sekolah swasta.
“Kalau formasi kekurangan guru sudah kita hitung semua,” tutupnya.











