Tanjungpinang, mejaredaksi – Program diskon tiket kapal laut sebesar 50 persen yang diberlakukan PT Pelni sejak 5 Juni 2025 ternyata belum berdampak signifikan terhadap peningkatan jumlah penumpang dari Pelabuhan Kijang, Bintan.
Meski tarif tiket KM. Bukit Raya dan KM. Tidar telah dipangkas separuh, jumlah penumpang tetap tidak mengalami lonjakan.
Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, mengatakan diskon berlaku untuk 25 kapal penumpang di seluruh Indonesia hingga 31 Juli 2025. Namun, sejauh ini efeknya belum terasa di wilayah Tanjungpinang dan Bintan.
“Jumlah penumpang masih normal, belum ada lonjakan. Diskon yang diberikan hanya berlaku untuk harga dasar tiket, dan ada kuota serta periode terbatas,” ujar Putra, Selasa (10/6/2025).
Putra menjelaskan bahwa tiket diskon tersedia selama kuota masih ada, namun pihaknya masih menunggu kepastian jumlah kuota dari kantor pusat PT Pelni. Ia juga menegaskan bahwa diskon hanya berlaku untuk kapal penumpang besar, tidak termasuk kapal perintis.
“Dari Pelabuhan Kijang, kapal yang mendapat diskon adalah KM. Tidar. Sedangkan dari Tanjungpinang ada KM. Sabuk Nusantara 48, namun kapal perintis tidak termasuk dalam program diskon ini,” tambahnya.
Kebijakan diskon ini sebenarnya diharapkan bisa mendorong minat masyarakat untuk menggunakan transportasi laut, terutama menjelang libur sekolah. Namun, data sementara menunjukkan respons publik masih cenderung datar. PT Pelni masih menanti evaluasi lebih lanjut terkait efektivitas program ini.
Penulis: Ismail Editor: Andri






