
Tanjungpinang, MR – Identitas dari kerangka yang ditemukan di lahan kosong, Jalan Sei Timun, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, terjawab setelah hampir tiga bulan sejak ditemukan.
Kerangka itu adalah Hazimi Hasnawi, pria berusia 68 tahun warga Jalan Daeng Celak, Perumahan Kota Raja, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota. Ia diketahui pensiunan sekuriti.
Kerangka Hazimi telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk kemudian dimakamkan. Penyerahan dilakukan di RSUD Raja Ahmad Tabib.
Kepala Satuan Reskrim Polresta Tanjungpinang AKP M Dharma Ardiyakini menjelaskan, Hazimi dilaporkan hilang sejak September 2022.
“Almarhum keluar rumah saat siang hari tanpa sepengetahuan keluarga. Kemudian dicari tidak ketemu. Lalu keluarga melaporkan ke Polsek Tanjungpinang Kota pada September 2022,” terangnya.
Menurut Darma, almarhum diketahui mengidap pikun atau dikenal dengan demensia.
Sementara itu, Dokter spesialis forensik RSUD Raja Ahmad Thabib, Indra Faisal, menerangkan kondisi jasad tengkorak yang diserahkan ke pihak keluarga tidak utuh secara keseluruhan.
Kondisinya rangkanya sudah ada yang rusak disebabkan pengaruh alam.
“Meskipun tidak utuh, tapi dari kepala hingga kaki ada semua,” terangnya..
Hasil Pencocokan DNA
Indra Faisal menambahkan, pengungkapan identitas kerangka itu merupakan hasil pencocokan DNA tulang dengan sampel beberapa anggota keluarga.
Pencocokan itu diperoleh kesesuaian yang menguatkan kerangka adalah Hazmi.
“Setelah melalui proses pemeriksaan ada keluarga yang DNA-nya identik dengan tengkorak,” pungkasnya.
Dalam upaya pengungkapan identitas ini polisi sempat mengirimkan sampel tulang ke Laboratorium Bareskrim Mabes Polri, untuk dilakukan tes DNA.
Dari sini lantas ditemukan fakta baru, bahwa kerangka berjenis kelamin laki-laki. Fakta ini bertolak belakang dengan perkiraan sebelumnya yang mengidentifikasi kerangka berjenis kelamin perempuan.
Dari hasil pengecekan laporan orang hilang sejak Tahun 2022, polisi menemukan ada dua laporan yang identik dengan ciri-ciri kerangka tubuh manusia tersebut.
Kemudian polisi mengambil sampel darah masing-masing keluarga, untuk dilakukan pencocokan dengan sampel tulang belulang tersebut di Lab Bareskrim Mabes Polri.
Hasilnya, kerangka tubuh manusia ini ternyata HH, ayah dari ML. Dengan angka probabilitas mencapai 99,999 persen. (*)
Penulis: M Ismail
Editor: Andri






