
Tanjungpinang, MR – Pemerintah pusat telah memutuskan untuk memasukkan indikator cakupan vaksinasi Covid-19 warga lanjut usia (lansia) dalam evaluasi penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) didaerah.
Dengan ini, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengingatkan kepada seluruh kepala daerah kabupaten/kota di Provinsi Kepri, untuk mengejar capaian vaksinasi bagi lansia.
“Saat ini yang masih menjadi penghalang kita untuk turun ke level yang lebih rendah, karena vaksinasi lansia belum mencapai 60 persen. Jadi kita memang harus terus mendorong itu,” ujar Ansar dalam rapat bersama Bupati dan Walikota se-Kepri secara virtual dari Gedung Daerah, Tanjungpinang.
Dijelaskan Ansar, saat ini Provinsi Kepri masih berada di asesmen Covid-19 level II dikarenakan capaian vaksinasi lansianya yang masih berada di kisaran 53,65 persen. Agar dapat turun ke level I, pemerintah pusat memberikan syarat vaksinasi lansia yang harus dicapai minimal 60 persen.
Selain itu, Ansar juga mengingatkan kepala daerah bahwa pengumuman asesmen levelisasi selanjutnya adalah 8 November 2021. Artinya sampai tanggal 5 November beberapa kabupaten yang belum mencapai target vaksinasi lansia harus semaksimal mungkin menggenjot vaksinasi lansia.
“Waktunya memang pendek, tapi harus kita kejar terus untuk vaksinasi lansia. Jika asesmen tanggal 8 nanti belum tercapai, paling tidak asesmen selanjutnya seluruh kabupaten dan kota di Kepri harus sudah di level I,” harap Ansar.
Lalu sebagai daya tarik untuk mengajak lansia mau divaksinasi harus dilakukan dengan menyertakan berbagai bantuan. Pemerintah kabupaten dan kota dianjurkan untuk mengajak pengusaha membantu bantuan sembako untuk stimulus vaksinasi lansia.
“Karena kemarin kan pengusaha sudah kita bantu di vaksin gotong royong yang harusnya pakai dana mereka akhirnya kita izinkan vaksin gratis dari pemerintah. Jadi sekarang giliran pengusaha yang membantu kita membantu menyediakan sembako untuk lansia,” ujarnya.
Terakhir Gubernur mengingatkan seluruh kepala daerah untuk mewaspadai potensi perlonjakan kasus di gelombang ketiga yang sudah banyak diprediksi akan terjadi di akhir tahun.
“Libur natal dan tahun baru harus kita perketat. Kemarin kita sudah kandas di gelombang kedua, kalau gelombang ketiga ini kita dapat mempertahankan kelandaian seperti sekarang maka kita bisa meminta berbagai diskresi ke Pemerintah Pusat,” pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, untuk kabupaten/kota hanya Kota Tanjungpinang dan Kota Batam yang berhasil melampaui capaian vaksinasi lansia lebih dari 60 persen. Sehingga kedua kota tersebut dapat turun ke level I. Sementara Kabupaten lainnya masih berada di level II dan III.
Terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan, dr Gama AF Isnaeni menyampaikan capaian vaksinasi bagi lansia di Kabupaten Bintan berdasarkan data pihaknya telah mencapai 55 persen.
Namun Ia mengakui pada Dashboard Kemenkes baru mencapai angka 39,47 persen. Hal ini dijelaskan, dr Gama dikarenakan data manual ke dasboard tersebut yang tidak sepenuhnya maksimal.
“Sebenarnya, data yang kita masukkan secara manual sudah mencapai 55 persen. Karena inikan sistem teknologi, jadi kelemahannya itu ada,” ungkapnya, Selasa (2/11/2021).
Selain itu, ada juga masalah data vaksinasi lansia justru masuk ke masyarakat umum. Kemudian, ada juga NIK yang tidak bisa diinput. Kemudian, ada juga sejumlah lansia asal Kabupaten Bintan yang menjalani vaksinasi Provinsi Kepri di Kota Tanjungpinang, namun data lansia itu justru masuk ke Kota Tanjungpinang.
“Kita juga melaporkan capaian vaksinasi lansia secara manual ke pusat melalui Pemerintah Provinsi Kepri. Jadi kalau nanti kita disebut tidak tercapai padahal di lapangan tercapai kita punya bukti manual, meskipun tidak diakui yang pentingkan benar,” tutupnya. Bar








