Jumlah Pengungsi Bencana Longsor Natuna Bertambah

Polisi Wanita (Polwan) bertugas di Polres Natuna memberikan trauma healing kepada korban tanah longsor Serasan, Natuna, Jumat (10/3/2023). Data Tim Tanggap Bencana Serasan, jumlah pengungsi bencana tanah longsor bertambah pada hari kelima pasca peristiwa Senin (6/3/2023) lalu. (Foto: Humas Polres Natuna)

Natuna, MR – Jumlah pengungsi bencana tanah longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau bertambah.

Data Tim Tanggap Bencana Serasan, jumlah pengungsi bencana tanah longsor Serasan pada hari kelima pasca kejadian menjadi 1586 orang, bertambah 319 orang dari sebelumnya berjumlah 1267 orang.

Penambahan jumlah pengungsi ini seiring peningkatan jumlah rumah terdampak berdasar pendataan dilakukan Tim Tanggap Bencana.

Terdapat 100 unit rumah di Desa Genting dan Pangkalan terdampak langsung bencana.

Sebelumnya, Tim Tanggap Bencana mendata terdapat 30 rumah tertimbun akibat bencana ini.

Sebanyak 1586 pengungsi itu ditempatkan di enam pos pengungsian. Yakni di PLBN sebanyak 635 orang, Desa Payak 115 orang, Batu Berian 100 orang, SMAN 1 Serasan 282 orang, Desa Pelimpak 500 orang, dan Air Nusa 231 orang.

Jumat kemarin, tiga menteri Kabinet Indonesia Maju bersama sejumlah pejabat negara dan anggota DPR RI mengunjungi korban bencana tanah longsor di Serasan.

Mensos Tri Rismaharini atau disapa Risma menyempatkan meninjau fasilitas, termasuk berbincang dengan pengungsi yang ditempatkan di SMAN 1 Serasan.

Risma menyatakan akan melaporkan perkembangan kondisi pengungsi kepada Presiden Jokowi.

Ia juga memastikan akan memenuhi kebutuhan, termasuk alas tidur yang dianggap pengungsi mendesak.

“Bantuan sudah dikirim, namun terhalang ombak. Mungkin hari ini (kemarin) sampai,” pungkasnya.

Bantuan dari Kemensos RI ini telah dikirim secara bertahap mulai 7 Maret 2023 lalu.

Penulis / Editor : Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *