Kasus Keracunan MBG di Anambas: 155 Korban, Dapur Ditutup Sementara

Tanjungpinang,mejaredaksi – Kasus keracunan massal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Kepri, Rika Azmi, mengungkapkan bahwa tim dari provinsi telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan sejak tiga hari lalu.

“Semua korban sudah ditangani dengan baik. Saat ini tersisa empat orang yang masih menjalani perawatan karena gejalanya berulang,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Berdasarkan data sementara, total korban keracunan mencapai 155 orang. Para korban terdiri dari siswa sekolah serta warga sekitar yang turut mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Ia menjelaskan, penyebab pasti keracunan masih dalam tahap penyelidikan. Tim telah mengambil sejumlah sampel makanan untuk diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (Babelkes) Batam guna memastikan sumber kontaminasi.

“Tim kami sudah membawa sampel untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa tim dari pemerintah pusat dijadwalkan akan turun ke Anambas pada pekan depan untuk memperkuat proses investigasi.

Tidak hanya siswa, sejumlah orang tua bahkan lansia turut menjadi korban setelah mengonsumsi makanan yang dibawa pulang oleh anak-anak mereka.

“Ada juga orang tua dan nenek-nenek yang ikut makan dari bekal yang dibawa cucunya,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, dapur penyedia makanan dalam program MBG tersebut telah dikenakan sanksi penutupan sementara hingga proses investigasi selesai.
“Dapur ditutup sementara sampai hasil penyelidikan keluar,” tegas Rika.

Diketahui, insiden keracunan ini terjadi pada Kamis (16/4/2026). Korban berasal dari beberapa sekolah di wilayah tersebut, di antaranya TK dan PAUD Air Nangak, SMP Air Nangak, SD Air Asuk, serta SMP Air Asuk.