Tanjungpinang,mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) terus mendorong pengembangan budidaya rumput laut sebagai salah satu sektor unggulan perikanan.
Bahkan, pemerintah pusat kini meminta Kepri menyiapkan hamparan lahan seluas 1.000 hektare untuk pengembangan tahap awal budidaya rumput laut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri, Said Sudrajat, mengatakan sebelumnya pihaknya mengusulkan pengembangan kebun bibit rumput laut seluas 50 hektare.
Namun, setelah dilakukan komunikasi intensif dengan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, kebutuhan lahan diperluas menjadi 1.000 hektare.
“Kemarin kami diminta mengalokasikan satu hamparan 1.000 hektare sebagai pengembangan tahap awal untuk menjadikan Kepri sebagai sentra baru rumput laut. Saat ini lokasi tersebut sedang dalam proses verifikasi oleh pemerintah pusat,” katanya, Jumat (05/6/2026).
Menurutnya, program tersebut berpotensi dikembangkan ke kabupaten dan kota lainnya di Kepri apabila mendapat dukungan lanjutan dari pemerintah pusat.
Ia menjelaskan, budidaya rumput laut yang telah diuji coba menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan.
“Kalau bibitnya 200 gram, hasil panennya bisa mencapai lebih dari dua kilogram. Artinya meningkat sampai 10 hingga 11 kali lipat,” ujarnya.
Selain menyediakan bibit awal, pemerintah juga menggandeng pelaku usaha untuk mendampingi nelayan mulai dari proses pembibitan, teknik budidaya yang baik hingga penyerapan hasil panen.
“Kami berharap bantuan bibit ini cukup sekali di awal. Selanjutnya nelayan bisa mengembangkan kebun bibit sendiri dan menikmati seluruh keuntungan dari hasil panen mereka,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa, hasil rumput laut yang terserap di ekspor ke berbagai negara.
“Yang saya dengar ada yang di china, dan India, dan saya pikir kalau mereka sudah berani menampung hasil panen masyarakat mereka sudah tau akan menjualnya kepasar-pasar yang akan di jual yang bermitra dengan masyarakat lokal,” pungkasnya.






