
Tanjungpinang, MR – Kampus Bintan Tourism Institute (BTI) yang terletak di Jalan Raja Ali Haji Kilometer 26 Kabupaten Bintan terancam ditutup. Hal itu lantaran, Kampus BTI Kijang semakin sepi peminat.
Direktur Kampus BTI Kijang Kabupaten Bintan, Ruddy Firmansyah mengatakan saat ini pihaknya masih proses perencanaan dalam menutup kampus BTI tersebut. Kata dia, pihaknya tetap menunggu kebijakan dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk menyelamatkan kampus itu.
“Jika memang dari pemerintah daerah tidak memungkinakan, ya apa boleh buat. Karena biaya operasional juga tidak memungkinankan,” ujar Ruddy saat dihubungi Detak.media, Kamis (21/1/2021) sore.
Ruddy mengakui, di Tahun 2020 yang lalu tercatat hanya ada 28 mahasiswa yang menuntut ilmu di kampus BTI. Hal itulah yang membuat kampus BTI terancam membeku, atau tutup di Tahun 2021 karena kurangnya biaya operasional.
Kata dia, jika dalam setahun kampus tersebut mendidik 60 hingga 64 mahasiswa, maka BTI akan tetap bertahan. Namun malah sebaliknya, di Tahun 2020 yang ditambah dengan adanya wabah corona di Kepri, membuat kampus BTI terpuruk karena sepi peminat dan biaya operasional yang kecil
“2020 kemarin hanya 28 mahasiswa, menurun derastis. Makanya kita tidak berani memprediksi Tahun 2021 ini apakah akan lebih turun, atau apa ada peningkatan,” ungkapnya.
Rudy menuturkan, mahasiswa yang ada di kampus BTI itu dikenakaan biaya Rp 17,5 per paket (sampai wisuda). Uang tersebut, sambung dia sudah termasuk semua baju dan praktikum, serta magang dan Wisuda yang dapat dicicil sampai selesai.
Dia juga membeberkan, bagaimana nasib mahasiswa yang belum menyelesaikan pendidikan, jika BTI ditutup. Pihak BTI, lanjut dia akan tetap selesaikan semua mahasiswa sampai wisuda.
“Karena itu bentuk integritas dan tanggung jawab kita pada mereka. kami prediksikan sampai di bulan September semuanya selesai atau paling lambat Oktober,” tegasnya.
Namun, Ruddy menyebut tidak menutup kemungkinan ada perubahan dari kebijakan Pemkab Bintan dalam upaya menyelamatan dunia pendidikan vokasi tersebut, sebelum terjadi penutupan.
Dirinya juga berharap adanya kontribusi dari Pemkab Bintan melalui yayasan agar bisa berkolaborasi bersama untuk perduli dengan kampus BTI itu. Karena, lanjut dia lulusan BTI sudah memberikan kontribusi dalam memperkecil angka pengangguran di Bintan.
“Jadi sayang kalau dibiarkan pendidikan ini. Apalagi saat ini sudah mulai banyak calon mahasiswa yang ingin mendaftar, namun kita tahan karena tidak mau memberikan harapan,” sebutnya.
Ruddy mengakui, Pemkab Bintan juga sudah menghubungi dirinya untuk mencoba membantu kampus BTI agar tidak tutup.
“Barusan ada konfirmasi dari pemerintah daerah bahwa mereka akan mecoba menjembatani melalui yayasan terkait merevisi, dan rencana adannya penyelamayatan pendidikan ini,” tukasnya.(red)












