Tanjungpinang,mejaredaksi – Rencana masuknya gerai Indomaret ke Kota Tanjungpinang mulai ramai diperbincangkan.
Di balik wacana tersebut, pemerintah melihat adanya peluang penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat lokal.
Kepala DPMPTSP Tanjungpinang, Adi Firmansyah, membenarkan bahwa rencana investasi itu memang ada, namun masih berada pada tahap awal dan belum masuk proses perizinan resmi.
“Iya benar, akan ada dibangun. Tapi saat ini masih tahap rencana, baru Indomaret saja,” ujarnya, Sabtu (02/5/2026).
Adi menjelaskan, hingga saat ini pihak perusahaan baru melakukan komunikasi awal dengan pemerintah daerah.
Pertemuan yang dilakukan sebelumnya juga masih sebatas silaturahmi dan penyampaian rencana investasi, termasuk dengan wali kota.
“Terkait perizinan belum selesai, kemarin baru silaturahmi dan penyampaian saja, sudah sempat bertemu dengan pak wali kota,” jelasnya.
Menurutnya, pengajuan izin juga belum tercatat dalam sistem pemerintah daerah. Hal ini dimungkinkan karena pihak investor masih dalam tahap penjajakan lokasi usaha.
“Kalau di sistem, perizinannya belum ada masuk. Mungkin mereka masih tahap mencari tempat dulu,” katanya.
Meski demikian, Pemerintah Kota Tanjungpinang menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal.
“Kalau ingin berinvestasi, tentu kita berikan syarat-syarat yang tepat,” tegas Adi.
Ia menekankan, salah satu poin utama yang menjadi perhatian pemerintah adalah kewajiban memprioritaskan tenaga kerja lokal, selain aspek lain seperti nuansa kedaerahan dan pengaturan jarak antar gerai.
“Mulai dari tenaga kerja lokal, kemudian ada juga nuansa kedaerahan, serta pertimbangan jarak itu penting,” tambahnya.
Diketahui, rencana pembangunan gerai Indomaret di Tanjungpinang ditargetkan mulai berlangsung pada Juni 2026, dengan lokasi di Jalan R.H. Fisabilillah, Jalan Soekarno-Hatta hingga kawasan Batu 10.











