Nurdin Ingin Wujudkan Perkampungan Alquran di Kepri

Gubernur Kepri menyapa anak kecil setelah selesai ssalat subuh
Gubernur Kepri menyapa anak kecil setelah selesai shalat subuh

TANJUNGPINANG- Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun ingin mewujudkan perkampungan Al Quran di Kepri sehingga provinsi yang Qurani. Nurdin sangat terinspirasi dengan KH Syarif yang telah mewujudkan
perkampungan Tahfidzul Quran di daerah Bantul Yogyakarta.

“KH Syarif sangat menginspirasi dan memberikan support bagaimana kalau Kepri menjadi provinsi yang Qurani. Beliau sudah mengembangkan kampung tahfidzul Quran di salah satu perkampungan di daerah Bantul.
Kampung tersebut hampir setiap satu rumah keluarganya ada yg menjadi tahfidzul quran. Subhanallah,” kata Nurdin, setelah salat subuh Minggu (25/3).

Pulau Nyiur Karimun disebutkan bisa menjadi percontohan program perkampungan Qurani. Begitu juga dengan Pulau Penyengat yang sangat kuat dengan sejarah dan peradaban perkembangan Islam pada zamannya. Pulau ini perlu menjadi perhatian untuk dikembangkan menjadi perkampungan Qurani. Pulau-pulau di Kepri akan terus menghasilkan para qori/qoriah dan hafiz hafizah yang perlu mendapat perhatian khusus.

“Kepri punya kampung dekat Dusun Nyiur, dari sana telah banyak menghasilkan generasi Qurani yang hebat-hebat, ini bisa jadi percontohan. Ada juga yang mengusulkan Pukau Penyengat kita jadikan juga pusat pengembangan dan pengkajian ilmu Al-Quran. Di Penyengat banyak penghafal al-quran dari mana-mana yang berkunjung kesana hanya sekedar berziarah sambil menyicil menghafalkan al-quran di Masjid Penyengat,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin jika generasi muda banyak yang lebih mencintai Al-Qur’an, belajar dan memahami Al-Qur’an secara serius insyaallah Kepri semakin aman damai sejahtera dan keberkahan berlimpah, tidak suka saling iri
dengki apalagi hujat menghujat. Masyarakatnya akan senantiasa berperilaku dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan dan pedoman hidupnya. “Dengan menciptakan generasi kedepan yang cinta Al-Qur’an insyaallah segala tindak laku, dan setiap menghadapi permasalahan hidup semua akan kembali kepada Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita selaku umat Islam,” ujar Nurdin. (zu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *