Tanjungpinang, mejaredaksi – Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, dimulai pada Rabu (14/5/2025) dan langsung diserbu orang tua dan calon murid. Antrean sudah terlihat sejak pukul 07.00 WIB di meja pengambilan formulir.
Namun, berbeda dengan sekolah dasar pada umumnya, MIN Tanjungpinang menerapkan seleksi ketat berbasis kemampuan membaca Al-Qur’an.
Kepala MIN Tanjungpinang, Suriyati, menegaskan bahwa calon siswa harus mampu membaca Iqro satu hingga tiga sebagai syarat utama untuk diterima.
“PPDB di sini tidak pakai sistem zonasi atau afirmasi. Fokus kami pada kualitas siswa, khususnya kemampuan mengaji,” ujarnya.
Tahun ini, MIN Tanjungpinang hanya membuka kuota 120 siswa atau empat kelas, menurun dari tahun lalu yang mencapai 150 siswa. Penurunan kuota ini disesuaikan dengan kondisi gedung dan kebijakan terbaru sekolah.
Pengambilan dan pengembalian formulir PPDB dijadwalkan berlangsung hingga 17 Mei 2025. Setelah itu, calon siswa akan mengikuti tes mengaji sebagai tahap seleksi utama.
Suriyati mengakui, kemungkinan besar banyak pendaftar yang akan gugur di tahap ini. “Kami paham akan ada yang kecewa, tapi ini demi menjaga mutu pendidikan agama di MIN,” tegasnya.
Meski begitu, ia menyarankan calon siswa yang tidak lolos untuk mendaftar ke madrasah swasta atau sekolah dasar negeri lainnya di bawah Dinas Pendidikan.
“Pendaftaran gratis, hanya biaya seragam madrasah saja yang ditanggung orang tua,” pungkasnya.
Penulis: Ismail | Editor: Andri







