Nelayan Hilang Saat Menyuluh di Laut Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Teluk Bakau

Bintan, mejaredaksi – Upaya pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat menyuluh di laut, Kamis (13/8/2026), berakhir dengan ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Sutiyo (49). Ia sebelumnya pergi menyuluh ke laut bersama empat rekannya, yakni Suyono (48), Poniran (49), Sanuri (47), dan Maryono (43), sekitar pukul 02.00 WIB.

Keempat rekan korban kemudian kembali dari aktivitas menyuluh. Sementara Sutiyo tidak kunjung kembali. Rekan-rekannya sempat melakukan pencarian secara mandiri dan hanya menemukan barang milik korban berupa senter.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Tanjungpinang berkoordinasi dengan Babinsa Teluk Bakau dan bergerak menuju lokasi kejadian kecelakaan (LKK) menggunakan Rescue Car Type II dengan membawa satu set perahu karet.

“Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 09.52 WIB dan langsung melakukan pencarian,” ujar Fazzli, Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, dalam keterangan persnya, Kamis (13/8/2026).

Pencarian hari pertama dilakukan melalui beberapa metode. Pada sekitar pukul 10.20 WIB, tim menggunakan rubber boat dengan melibatkan personel Basarnas, Babinsa dan masyarakat.

Pencarian juga diperluas menggunakan drone untuk menyisir area tepian laut. Namun, hingga pencarian pada tahap tersebut, korban belum ditemukan.

“Tim kemudian melanjutkan pencarian menggunakan kapal kayu nelayan dengan melibatkan personel Polairud dan warga,”jelas Fazzli.

Pencarian kembali dilanjutkan pada pukul 13.15 WIB menggunakan rubber boat. Dalam pencarian tersebut, tim SAR melibatkan empat personel Basarnas dan satu orang anak korban.

Setelah beberapa jam melakukan penyisiran, titik terang akhirnya ditemukan. Pada pukul 15.15 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Sutiyo dalam kondisi meninggal dunia.

Korban ditemukan pada koordinat 1°4’15.80″N 104°38’43.01″E, sekitar 97,96 meter arah timur laut dari lokasi kejadian kecelakaan (LKK).

Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Puskesmas Kawal, Kabupaten Bintan. Tim tiba di fasilitas kesehatan tersebut sekitar pukul 15.48 WIB,”

“Operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke pangkalan masing-masing,” pungkas Fazzli.