Tanjungpinang,mejaredaksi – Rencana Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kota Tanjungpinang melakukan penataan kawasan wisata kuliner dan ruang publik di Taman Gurindam 12 (G12) mendapat beragam tanggapan dari para pedagang.
Meski sebagian mengkhawatirkan dampak terhadap pendapatan, mayoritas pedagang menyatakan siap mendukung relokasi sementara demi terwujudnya kawasan yang lebih tertata dan nyaman.
Salah seorang pedagang jeruk peras, Sumarni mengaku telah bertemu langsung dengan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, untuk membahas rencana penataan tersebut.
Dalam pertemuan itu, para pedagang mendapatkan penjelasan bahwa lokasi usaha sementara akan dialihkan ke kawasan Anjung Cahaya dan Melayu Square.
“Tadi siang kami sudah bertemu Pak Wali Kota. Memang ada rencana pemindahan sementara dan kami mengikuti kebijakan pemerintah. Yang penting nantinya penempatannya adil dan tidak merugikan pedagang lain,” ujar Sumarni, Minggu (07/6/2026).
Meski demikian, Ia mengatakan hingga saat ini belum ada informasi pasti mengenai jadwal pemindahan.
Para pedagang juga diminta mengikuti proses pendataan dan pendaftaran terlebih dahulu pada Senin (08/6/2026), nanti sebelum penempatan lokasi baru dilakukan.
“Untuk waktunya kami belum mendapat informasi. Saat ini kami diminta mendaftar dan mengikuti proses yang telah ditentukan,” katanya.
Sementara itu, pedagang minuman Pop Ice, Siti, mengaku tidak dapat menghadiri pertemuan dengan pemerintah karena memiliki keperluan mendadak. Namun, ia tetap akan mengikuti informasi yang disampaikan kepada para pedagang.
Di sisi lain, sejumlah masyarakat menilai relokasi sementara berpotensi memengaruhi aktivitas jual beli.
Salah seorang pengunjung, Galih, mengatakan perpindahan lokasi dapat berdampak pada ruang usaha yang lebih terbatas dibandingkan kondisi saat ini.
“Kalau lokasi sementara lebih sempit, tentu ada kemungkinan memengaruhi jumlah pembeli yang datang. Namun, saya berharap penataannya nanti bisa lebih baik dan memberi manfaat jangka panjang bagi pedagang,” ujarnya.
Berbeda dengan kekhawatiran tersebut, pedagang angkringan setempat, Ali justru menyambut baik rencana penataan kawasan.
Menurutnya, kondisi Taman Gurindam 12 saat ini masih memerlukan pembenahan agar lebih rapi dan nyaman bagi pengunjung.
“Saya setuju dengan penataan ini. Harapannya setelah selesai, kawasan menjadi lebih tertata, nyaman, dan mampu menarik lebih banyak wisatawan maupun pembeli dari luar daerah,” katanya.







