Pemprov Kepri Dampingi Pemulangan Empat Nelayan dari Malaysia, Dua Nakhoda Masih Jalani Proses Hukum

Tanjungpinang,mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepri berhasil memfasilitasi kepulangan empat nelayan asal Kepri yang sebelumnya ditahan otoritas Malaysia karena memasuki wilayah perairan negara tersebut.

Keempat nelayan, yakni Zainal (36), Nurfahri (25), Auzar (49), dan Heri (40), tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Kamis (2/7/2026), setelah dipulangkan melalui Batam.

Kepala BP3MI Kepri, Kombes Pol Imam Riyadi, mengatakan pihaknya bergerak cepat berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru begitu menerima informasi adanya enam nelayan asal Kepri yang diamankan Polisi Maritim Malaysia.

“Empat nelayan ini ditangkap di perairan Malaysia karena melanggar batas wilayah. Namun saat ini mereka sudah dibebaskan dan dipulangkan ke Indonesia,” ujarnya.

Meski demikian, dua nelayan lainnya, yakni Minan (35) dan Nanang Fauzi (38), masih menjalani proses hukum di Penjara Pusat Koreksional Johor Bahru Ulu Choh.

Imam memastikan BP3MI Kepri bersama KJRI Johor Bahru terus memantau perkembangan perkara tersebut hingga proses hukumnya selesai.

“Kami bersama KJRI dan instansi terkait terus melakukan pendampingan. Diperkirakan proses hukum masih berlangsung sekitar satu bulan lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BP2D) Kepri, Doli Boniara, mengatakan Pemerintah Provinsi Kepri juga memberikan pendampingan kepada dua nakhoda yang masih ditahan.

Selain mengupayakan hukuman yang seringan mungkin, pemerintah juga berusaha agar dua kapal nelayan yang disita otoritas Malaysia dapat dikembalikan kepada pemiliknya.

“Kami berharap kedua nakhoda memperoleh putusan yang seringan-ringannya. Selain itu, kami juga berharap kapal nelayan yang disita dapat dikembalikan kepada pemilik,” ujarnya.

Salah seorang nelayan yang telah dipulangkan, Zainal, mengaku tidak menyangka dirinya akan diamankan aparat Malaysia karena selama ini kerap melintasi kawasan tersebut untuk mencari ikan.

“Di Malaysia kami diperlakukan dengan baik dan tidak mengalami kekerasan. Saya tidak menyangka akan ditangkap karena sebelumnya sering melintas di wilayah itu,” katanya.