
Tanjungpinang, MR – Tujuh tahun pembangunan Pagoda Sata-Sahasra Buddha yang berada di komplek Vihara Avalokitesvara Graha, Batu 14 Arah Uban Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akhirnya diresmikan.
Peresmian pagoda tertinggi di Indonesia itu, ditandai dengan pemotongan pita oleh Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI, Supriyadi, yang didampingi Sekdaprov Kepri, Adi Prihantara, Sabtu (8/7/2023).
Dengan diresmikannya, Pagoda Sata-Sahasra Buddha ini juga dilakukan penyerahan piagam rekor Muri kepada Pembina Yayasan Maitri Paramita, Henky Suryawan.
Rekor yang diserahkan tersebut, yakni pagoda tertinggi di Indonesia dengan tinggi sekitar 46,90 meter atau memiliki 9 lantai. Kemudian pagoda dengan pemasangan keramik motif Buddha terbanyak, memiliki 20.708 keping yang terpasang di dinding.
Selain itu Muri juga memberikan penghargaan kepada Ketua Permabudhi, Henky Suryawan atas konsistensinya dalam melakukan pengabdian di bidang agama Buddha selama puluhan tahun di Provinsi Kepri.

Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI Apresiasi Pembangunan Pagoda
Dikesempatan itu, Supriyadi mengapresiasi Yayasan Maitri Paramita dan semua masyarakat, yang telah bekerja keras selama 7 tahun melakukan pembangunan pagoda tersebut.
“Sehingga terbentuklah sebuah tempat yang indah seperti ini. Diharapkan semua kegiatan yang dilakukan di pagoda ini dapat memperkuat keyakinan setiap orang yang datang berkunjung,” katanya.
Supriyadi juga mengapresiasi Provinsi Kepri yang angka Indeks Kerukunan Beragama-nya tertinggi di Indonesia.
“Karena itu kepada setiap umat (Buddha) dan masyarakat diharapkan dapat terus menjaga kerukunan,” pesannya.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri, Adi Prihantara dalam kesempatan itu mengajak seluruh umat beragama di Kepri, untuk terus bersatu dalam pembangunan dan menghadapi tantangan zaman.
Dan diharapkan semua umat bersatu padu dalam menghadapi tantangan dan era global saat ini,” ujarnya yang dalam kesempatan itu mewakili Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.
Pembina Yayasan Maitri Paramita, Henky Suryawan dalam kesempatan itu juga menyampaikan, Pagoda Sata-Sahasra Buddha ini bisa terbangun berkat bantuan dari para donatur.
“Para donatur itu tidak hanya dari umat Buddha, tapi ada juga dari umat Islam, Kristen serta teman-teman dari China. Berkat mereka pagoda ini selesai juga,” ujarnya.
Ketua Permabudhi Provinsi Kepri ini juga menuturkan, Pagoda Sata-Sahasra juga melengkapi bangunan ibadah yang ada di komplek Vihara Avalokitesvara Graha.
Di sini selain vihara dan pagoda, juga ada rumah abu dan rumah nisan. Jadi di sini lengkap untuk mengurus orang hidup dan mati,” pungkasnya.
Penulis/Editor : Rico Barino







