
Papua, mejaredaksi – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-40 yang digelar di Istora Papua Bangkit, Sentani, Kabupaten Jayapura berlangsung meriah dengan tema “Suara Anak Membangun Bangsa”. Acara ini dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, Ibu Negara Iriana Jokowi, serta pejabat negara lainnya.
Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Kepulauan Riau, Dewi Kumalasari Ansar dan perwakilan anak-anak dari Kepulauan Riau juga turut hadir dalam perayaan ini.
Peringatan kali ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak anak dan tanggung jawab perlindungannya.
Pemilihan Papua sebagai lokasi pelaksanaan perayaan ini juga bertujuan agar kemeriahan HAN dapat dirasakan oleh anak-anak di daerah terpencil dan terluar.
Selain itu, Papua dipilih sebagai lokasi karena merupakan tempat pertama peringatan HAN pada tahun 1984.
Dalam acara tersebut, 38 perwakilan Forum Anak Indonesia menyampaikan aspirasi mereka untuk masa depan yang lebih baik.
Presiden Jokowi dalam sambutannya menekankan pentingnya anak-anak untuk berinteraksi, bermain, serta mengembangkan wawasan dan karakter. Ia juga mengapresiasi tarian kolosal anak-anak Papua yang memecahkan rekor MURI.
“Mungkin ini pertama kali puncak Hari Anak Nasional di Papua dan dilaksanakan secara besar-besaran. Anak-anak pun menikmati,” sebut Jokowi.
Dewi Kumalasari Ansar menyebutkan bahwa HAN adalah momentum penting untuk mengingatkan tanggung jawab perlindungan dan pendidikan anak-anak.
“Pentingnya perlindungan dan pendidikan anak-anak sebagai fondasi kemajuan bangsa,” ujar Dewi Kumalasari
Dewi Ansar juga menyampaikan harapannya agar peringatan HAN dapat memperkuat komitmen bersama untuk melindungi dan memenuhi hak anak-anak di seluruh Indonesia.
“Semoga peringatan HAN dapat memperkuat komitmen kita bersama untuk terus memberikan perlindungan dan memastikan pemenuhan hak Anak-Anak Indonesia dalam menghadapi berbagai persoalan yang terus berkembang di tengah masyarakat,” harapnya.
Penulis/Editor: Andri












