
Tanjungpinang, MR – Diduga praktek mafia beras di Tanjungpinang dan Bintan kini kembali muncul, dari masuknya beras impor secara ilegal hingga dioplos menjadi beras premium bebas diperjual belikan di sejumlah supermarket di Tanjungpinang.
Pantauan media ini, beredar beras premiun yang diduga telah dioplos tanpa mencantumkan label kemasan atau menempelkan label sendiri dengan kertas putih banyak ditemukan dijumlah swalayan. Sedikitnya lebih dari 10 merek beras beredar di Tanjungpinang dan Bintan.
Kepala Pusat Pengkajian Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Dharmayugo Hermansyah saat ditemui di Tanjungpinang menegaskan bahwa impor beras jelas dilarang dan hanya Bulog yang berhak mengimpor beras. Hal itu sesuai ketentuan ekspor dan impor beras sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 01 Tahun 2018.

Sementara itu, Dharmayugo juga menjelaskan terkait ketentuan lebel kemasan pada karung beras. Bahwa beras yang diperjual belikan harus disertai merek yang jelas serta asal usul beras. Apabila ditemukan penempelan label sendiri menggunakan kertas pada kemasan beras, tidak diperbolehkan.
Hal tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 59 Tahun 2018 tentang Kewajiban Pencantuman Label Kemasan Beras.
“Terkait ini, kita akan menurunkan tim pengawasan barang beredar untuk melakukan pengecekan. Masyarakat juga diminta ikut membantu melakukan pengawasan,” ujarnya, Jumat (18/2/2022).
Selain itu, Dharmayugo juga berharap pemerintah daerah setempat yakni Dinas Perdagangan Kota Tanjungpinang dan Provinsi Kepri melakukan pengecekan dan pengawasan yang baik.
“Sehingga jangan sampai ada beras medium dijual dengan harga premium atau beras medium dioplos menjadi mahal harganya. Itu harus diawasi,” pungkasnya.
Sementara itu, terkait maraknya beras impor dan diduga dioplos, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Harry Goldenhardt juga mengatakan, pihaknya melalui Satgas pangan masih terus melakukan pemantauan terhadap kebutuhan dan ketersediaan bahan pokok di Kepri.
“Satgas tersebut ada di Direktorat Kriminal Khusus, dan tentu hampir setiap hari jajaran tersebut melakukan pemantauan terhadap kebutuhan dan ketersediaan bahan pokok,” ujarnya belum lama ini. Bar







