Pria Bintan Tewas di TMP Pusara Bhakti, Polisi Sebut Diduga Karena Sakit

Tanjungpinang,mejaredaksi – Pria berinisial AR (48) yang ditemukan meninggal di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pusara Bhakti, Jalan Gatot Subroto Kilometer 5, Tanjungpinang, Rabu (5/8/2026) lalu, diduga akibat riwayat penyakit yang diderita korban.

Hal tersebut disampaikan Kasatreskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Wamilik Mabel.

“Tidak dilakukan visum, dari permintaan pihak keluarga seperti itu,” kata Wamilik saat dikonfirmasi, Kamis (06/8/2026).

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh penyidik dari pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit jantung dan asam urat yang diduga kambuh saat sedang bekerja di kawasan Taman Makam Pahlawan.

“Ada riwayat serangan jantung, kemudian informasinya juga memiliki asam urat tinggi. Itu penyakit keturunan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Atas permintaan keluarga, jenazah tidak dilakukan visum dan langsung diserahkan untuk dimakamkan.

“Jenazah semalam sudah dikebumikan di Kijang,” ungkapnya.

Berita terkait: Seorang Pria 48 Tahun Ditemukan Tewas di Taman Makam Pahlawan Pusara Bhakti

Sebelumnya, warga di sekitar Taman Makam Pahlawan Pusara Bhakti digegerkan dengan penemuan jasad AR dalam kondisi telungkup sekitar pukul 11.00 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh penjaga makam setelah terlihat tidak bergerak dalam waktu cukup lama.

Penjaga Taman Makam Pahlawan, Buston, mengaku semula mengira korban sedang beristirahat. Namun, karena tidak kunjung bergerak, ia mendekati korban dan mendapati kondisinya sudah tidak bernyawa.

“Awalnya saya curiga, kenapa ada orang tidur siang-siang di makam. Pas saya datangi, ternyata sudah telungkup, lidahnya sudah keluar,” kata Buston.

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Kepolisian menyimpulkan, kematian AR diduga berkaitan dengan riwayat penyakit yang dideritanya. Sementara itu, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum terhadap jenazah.