Tanjungpinang, mejaredaksi – Pulau Penyengat menjadi ruang pertemuan para penggerak pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia. Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mendorong Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) memperkuat kolaborasi dan konektivitas antardestinasi untuk meningkatkan pengalaman wisatawan.
Pesan tersebut disampaikan Ansar saat bersilaturahmi dengan para ketua dan pengurus HPI dari seluruh provinsi di Indonesia di Kedai Makan Nonafa, Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Rabu (7/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Ansar menyambut kehadiran para pengurus HPI sekaligus menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada kepengurusan HPI yang baru dilantik.
Ansar memperkenalkan Kepri sebagai provinsi kepulauan dengan karakter geografis yang khas. Kepri memiliki 2.408 pulau, terdiri dari 292 pulau berpenghuni dan 22 pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Wilayah Kepri juga didominasi perairan. Sekitar 98 persen wilayah provinsi tersebut merupakan perairan, sedangkan daratan hanya sekitar 2 persen.
“Kondisi tersebut menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam mengembangkan pariwisata Kepri,” jelas Ansar.
Menurut Ansar, posisi geografis Kepri juga memberikan nilai strategis dari sisi geopolitik dan geoekonomi. Kepri berada di kawasan Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur perdagangan dunia.
Selain itu, Kepri memiliki lima Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta kawasan Free Trade Zone (FTZ) di Batam, Bintan dan Karimun.
Ansar juga menyampaikan sejumlah indikator ekonomi Kepri yang menurutnya menunjukkan kinerja positif. Pertumbuhan ekonomi disebut mencapai 9,9 persen dan berada di posisi ketiga secara nasional.
Sementara itu, tingkat kemiskinan Kepri berada di angka 4,3 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri juga disebut menjadi yang terbaik ketiga secara nasional.
Dalam pengembangan sektor pariwisata, Ansar menilai konektivitas antar-destinasi menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperkuat.
Kemudahan wisatawan untuk berpindah dari satu destinasi ke destinasi lainnya, menurut dia, tidak hanya berkaitan dengan transportasi, tetapi juga menyangkut aspek perizinan dan fasilitas visa.
“Kita perlu membangun jembatan konektivitas, baik transportasi maupun kemudahan izin dan fasilitas visa,” ujarnya.
Ansar menilai kemudahan konektivitas tersebut akan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, khususnya ke Kepri.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan pariwisata, termasuk HPI, untuk memperkuat kerja sama dan pertukaran pengalaman.
“Karena pertukaran pengalaman dan gagasan sangat penting untuk mendorong kemajuan pariwisata di Indonesia khususnya di Kepulauan Riau,” ungkapnya.
Ketua Umum HPI Rivalindo Tobing mengapresiasi sambutan Pemerintah Provinsi Kepri terhadap para pengurus HPI dari berbagai daerah.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Ansar dan Kepala Dinas Pariwisata Kepri atas sambutan selama kunjungan para pengurus HPI.
“Kami sangat bersyukur dan terimakasih kepada Bapak Gubernur dan Bapak Kadis Pariwisata atas sambutan yang baik telah kami terima atas kunjungan kami di Kepri. Semoga kita bisa bertemu lagi di event berikutnya di Kepri,” ujarnya.
Rivalindo juga mengaku terkesan dengan suasana serta sejarah yang terdapat di Pulau Penyengat.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para pengurus HPI untuk melihat secara langsung kekayaan sejarah Indonesia yang ada di daerah.
“Pada hari ini kami datang melihat sejarah. Kami melihat sejarah bahwa Indonesia ini begitu luar biasa,” jelasnya.
Ia berharap HPI terus memperoleh kesempatan untuk mengenal berbagai wilayah di Indonesia. Setiap daerah, menurutnya, memiliki kekayaan, karakter, pengalaman dan cerita yang berbeda untuk diperkenalkan kepada wisatawan.






