Tanjungpinang, mejaredaksi – Aktivitas mudik jelang Natal dan Tahun Baru 2026 diperkirakan mulai memadat di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang memprediksi puncak arus penumpang terjadi pada 22 Desember 2025, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat antarpulau.
Tak hanya padat, jumlah penumpang juga diproyeksikan mengalami lonjakan sekitar 6,5 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya. Total pergerakan penumpang naik dan turun melalui pelabuhan di Tanjungpinang diperkirakan mencapai 174 ribu orang, meningkat signifikan dari realisasi tahun lalu yang berada di angka 143 ribu penumpang.
Kepala KSOP Kelas II Tanjungpinang, Febryanto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran dan kenyamanan perjalanan laut, terutama pada rute favorit Tanjungpinang–Batam.
“Untuk mengurai potensi kepadatan, kami menyiapkan kapal berkapasitas besar seperti Oceana 175 yang mampu mengangkut hingga 480 penumpang,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).
Selain penambahan kapasitas, jadwal keberangkatan kapal juga bersifat fleksibel. Interval keberangkatan dapat dipersempit hingga setiap 30 menit apabila terjadi lonjakan penumpang, tanpa harus terpaku pada jadwal reguler.
Secara keseluruhan, KSOP menyiapkan 46 armada kapal, terdiri dari 39 kapal reguler dan 7 kapal cadangan. Seluruh armada tersebut telah dinyatakan layak berlayar secara teknis dan administratif.
Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru sendiri akan berlangsung selama 22 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Mengingat potensi cuaca ekstrem hingga awal Januari, KSOP juga terus berkoordinasi dengan BMKG.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, keberangkatan kapal akan ditunda atau dihentikan sementara,” tegas Febryanto.












