
Tanjungpinang, Mejaredaksi – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahudin Uno didampingi Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meninjau lokasi pembangunan Sentra Kreatif Indonesia (SKI) Kemenparekraf di Kawasan Gurindam XII Kota Tanjungpinang, Minggu (31/12/2023).
Sandiaga menilai lokasi pembangunan SKI yang merupakan Unit Pelaksana Tugas (UPT) Bidang Ekonomi Kreatif Kemenparekraf ini sangat strategis, berada di kawasan Tepi Laut, berdekatan dengan Pelabuhan dan berhadapan langsung dengan Pulau Penyengat yang menjadi ikon kota ini.
Sandiaga menyebut SKI di Tanjungpinang ini akan menjadi salah satu ikon ekonomi pariwisata Indonesia yang ada di Provinsi Kepri.
“Dibangun di Tanjungpinang sebagai bentuk apresiasi kepada Gubernur Kepri yang berperan aktif dalam memajukan ekonomi kreatif,” ujar Sandiaga.
Kemenpareakraf dia sebut yakin SKI ini akan menjadi potensi yang besar, terlebih sektor ekonomi kreatif Indonesia yang bertumbuh pesat, dari nilai tambahnya sebesar 5,9 persen, menempatkan Indonesia di tiga besar dunia.
“Yang menjadi salah satu unggulan dengan nilai tambahnya di angka Rp1300 triliun adalah kuliner, fashion, dan kriya,” jelas Sandiaga.
Investasi Sebesar Rp50 Miliar
Sandiaga menambahkan, unvestasi dipersiapkan untuk pembangunan fisik bangunan SKI Kemenparekraf sebesar Rp50 miliar. Nilai investasi yang diyakini Sandiaga akan membuka banyak lapangan kerja.
“Namun yang terpenting itu akan berisi 17 sub sektor ekonomi kreatif yang akan menjadi bagian dari SKI Kemenparekraf ini seperti sektor musik, film, animasi, arsitektur, kriya, kuliner, dan lainnya dan akan kita kolaborasikan dengan dunia industri nantinya,” tegas Sandiaga.
“Kami telah berkoordinasi dengan Bappenas, telah menempatkan ekonomi kreatif kita sebagai ekosistem pendukung utama dari keberlanjutan pembangunan kita yang fokus kepada kualitas dan juga pariwisata hijau dan ekonomi kreatif lainnya,” papar Sandi.
Ia berharap pembangunan dapat segera diselesaikan dan bisa dipergunakan pada 2025 mendatang.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut jika di tahun 2025 ini Pemprov Kepri akan menyelesaikan penataan taman serta dua jalur penghubung.
“Saya kira ini akan jadi kawasan yang komprehensif,” sebut Ansar.
Di sekitar kawasan ini Pemprov Kepri telah menempatkan empat bangunan brandid yang didesain secara khusus sebagai kawasan ekonomi kreatif. Di kawasan ini akan diperdagangkan beraneka produk, termasuk kuliner. Mulai dari kuliner modern, hingga tradisional Melayu yang menjadi ciri khas daerah ini.
“Tinggal Komunikasi dengan pengusaha kuliner,” sebut Ansar lagi.
Pihaknya juga tengah berupaya mengusahakan satu kapal dilengkapi pertunjukan seni budaya yang dapat berkeliling membawa wisatawan di sekitar kawasan ini. (*)
Penulis/Editor: Andri






