Sejak 2021, Sebanyak 1.100 Pelaku UMKM Manfaatkan Program Bantuan Pinjaman Lunak Pemprov Kepri

Gubernur Kepri Ansar Ahmad. (Foto: Diskominfo Kepri)

Tanjungpinang, MR – Tahun 2024 mendatang, para Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Kepulauan Riau akan memiliki kesempatan untuk memanfaatkan Program Bantuan Pinjaman Tanpa Bunga sebesar 0 persen.

Inisiatif ini diusulkan oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan akan memiliki batas maksimum hingga mencapai Rp40 juta.

Angka ini mengalami peningkatan sebanyak 100% dibandingkan dengan jumlah pinjaman maksimum yang telah diberlakukan sejak tahun 2021, yang pada saat itu sebesar Rp20 juta.

Menurut Gubernur Ansar, peningkatan plafon pinjaman ini didasarkan pada beberapa pertimbangan, salah satunya adalah hasil aspirasi dan masukan yang diterima dari para pelaku UMKM di Kepri.

“Insha Allah, kami akan meningkatkan batas maksimum pinjaman menjadi Rp40 juta pada tahun depan. Keputusan ini didasari oleh hasil evaluasi yang mendasarkan diri pada masukan dari para pelaku UMKM. Mereka membutuhkan modal yang lebih besar karena angka sebelumnya dirasa kurang memadai. Meskipun beberapa bank lain menawarkan plafon pinjaman yang lebih tinggi, namun dengan bunga yang lebih tinggi,” ungkap Gubernur Ansar.

Melihat tingginya minat masyarakat, Gubernur Ansar berkomitmen untuk terus menerima masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan program ini.

“Kami ingin memastikan bahwa program ini benar-benar bermanfaat di tengah pertumbuhan ekonomi Kepri yang semakin meningkat setelah sebelumnya mengalami periode pemulihan,” tambahnya.

2023 Tercatat 345 UMKM Manfaatkan Pinjaman Tanpa Bunga

Berdasarkan laporan dari Bank Riau Kepri Syariah, hingga tanggal 30 September 2023, sebanyak 1.100 UMKM telah memanfaatkan program ini. Jumlah ini terbagi menjadi 142 UMKM pada tahun 2021, 613 UMKM pada tahun 2022, dan 345 UMKM pada tahun 2023.

Total plafon kredit yang telah disalurkan mencapai Rp20,72 miliar, dengan Pemprov Kepri telah menyubsidi sekitar Rp1,94 miliar.

Dari 1.100 UMKM yang memanfaatkan program ini, mereka tersebar di seluruh Kabupaten dan Kota di Kepri, dengan jumlah terbesar berasal dari Kabupaten Natuna sebanyak 349 UMKM dengan plafon pinjaman mencapai Rp6,64 miliar.

Diikuti oleh Kota Tanjungpinang sebanyak 259 UMKM dengan plafon Rp4,94 miliar, Kabupaten Karimun sebanyak 169 UMKM dengan plafon Rp3,18 miliar, Kota Batam sebanyak 124 UMKM dengan plafon Rp2,26 miliar.

Kemudian Kabupaten Lingga sebanyak 92 UMKM dengan plafon Rp1,66 miliar, Kabupaten Bintan sebanyak 64 UMKM dengan plafon Rp1,25 miliar, dan terakhir Kabupaten Kepulauan Anambas sebanyak 43 UMKM dengan plafon Rp808 juta.

Namun, jika dibandingkan dengan total UMKM di Kepri yang mencapai kurang lebih 164 ribu, jumlah UMKM yang telah memanfaatkan program ini masih relatif kecil, yaitu hanya sekitar 0,7%.

Oleh karena itu, selain melakukan sosialisasi secara rutin melalui media sosial dan situs resmi Pemprov Kepri, Gubernur Ansar selalu mendorong Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk mendukung program ini dan memastikan informasi lebih lanjut tersedia di Cabang Bank Riau Kepri Syariah terdekat atau Dinas Koperasi UMKM di kabupaten/kota maupun provinsi, sehingga pemanfaatan program ini dapat mencapai tingkat maksimal.

Rilis/Editor : Rico Barino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *