
Tanjungpinang, MR – Lurah Tanjungpinang Barat, Irwan Siswandi Rusli meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat untuk segera mencari tau, penyebab tercemarnya sumur warga Gang Nila, Jalan Soekarno Hatta.
Setidaknya ada sembilan sumur pribadi dan satu sumur umum yang tercemar BBM. Air sumur berwarna hitam dan berbau minyak tersebut dapat terbakar, jika disulut dengan api.
Irwan mengakui, ia telah berkoordinasi dengan DLH Tanjungpinang, untuk mengatasi hal tersebut.
Solusi pertama, kata Irwan Kelurahan bersama DLH Tanjungpinang akan berkoordinasi dengan PDAM, untuk ikut mengatasi permasalahan air bersih bagi warga yang terdampak.
“Inikan sudah sejak tahun 2018, jadi kita minta DLH untuk mengecek permasalahan sebenarnya, apakah memang ini kebocoran Pam Bensin Batu Hitam, atau dari mana,” ujar Irwan.
Sementara Meri (42), yang tinggal dekat dengan SPBU, mengungkapkan, sumur pribadinya, yang terletak sekitar 11 meter dari pompa bensin, kini hampir sepenuhnya diisi oleh minyak.
“Awalnya mesin rusak, dua sampai tiga hari tidak bisa mengambil air. Setelah diperbaiki, air yang diambil dari sumur keluar berminyak. Airnya hanya sedikit,” ungkap Meri
Meri menambahkan, air dalam sumur miliknya sangat terkontaminasi oleh minyak BBM. Bahkan, air tersebut dapat terbakar jika disulut dengan api.
“Baunya kuat. Anak saya mencoba menyalakan airnya, dan api menyala. Kami sangat khawatir dan kekurangan air untuk kebutuhan sehari-hari. Hanya bisa menggunakan air sedikit, dan harus disaring terlebih dahulu,” ujar Meri
Peristiwa seperti ini bukanlah yang pertama kali dialami oleh Mina. Beberapa tahun yang lalu, air dalam sumur pribadinya juga pernah tercemar oleh minyak.
“Dulu pernah terjadi dan dilaporkan kepada Dinas terkait, tetapi hingga kini belum ada kejelasan,” pungkasnya.
Penulis: M.Ismail
Editor: Syaiful






