Tradisi Ramadan di Pulau Penyengat, Hias Kampung Sampai Hantaran Takjil untuk Tetangga

Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat dari udara. Masyarakat Pulau Penyengat memiliki tradisi setiap Ramadan, yakni berupa menghias kampung dan mengantar takjil untuk tetangga dan masjid untuk disantap bersama saat berbuka puasa. (Foto: Dokumen Meja Redaksi)

Tanjungpinang, MR – Ada beberapa kebiasaan menjadi tradisi masyarakat di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau dalam menyambut Ramadan. Dari menghias kampung, hingga mengantar takjil ke rumah-rumah tengga.

Datangnya bulan Suci Ramadan menjadi spesial bagi sebagian besar masyarakat di Pulau seluas 2 kilometer ini.

Beberapa hari menjelang Ramadan, masyarakat di Pulau Penyengat telah melakukan beberapa persiapan. Diantaranya dengan melaksanakan bersih-bersih lingkungan.

Pemuda bersama dengan RT dan RW setempat juga menghias perkampungan mereka dengan aneka pernak-pernik.

Muhammad Hafiz, selaku Ketua Pengurus Masjid Raya Sultan Riau mengatakan, aktivitas menghias kampung ini makin digalakkan warga setempat ketika mendekati Idul Fitri.

“Pulau Penyengat akan dihiasi dengan aneka lampu sehingga Ramadan dan Idul Fitri di sini menjadi sangat semarak,” ujar Raja Hafiz belum lama ini.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat di Pulau Penyengat juga memiliki kebiasaan mengantarkan takjil. Menu ketika berbuka puasa itu biasanya diantarkan warga ke rumah-rumah tetangga, juga ke masjid untuk disantap bersama ketika waktu buka puasa tiba.

“Masyarakat di sini biasa saling bertukar makanan untuk berbuka puasa,” jelasnya.

Selama Ramadan, terang raja Hafiz, Masjid Raya Sultan Riau Penyengat akan dibuka selama 24 jam.

Hal ini dia sebut membuka ruang bagi umat Islam yang akan beribadah di salah satu masjid tertua di Kepulaua Riau ini.

“Kalau ada yang mau beritiqap dan bermalam dipersilahkan. Masjid memiliki penginapan yang bisa dimanfaatkan. Menginap di penginapan masjid sama juga dengan berinfaq untuk masjid,” pungkasnya.

Selama Ramadan, di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat melaksanakan kegiatan rutin. Seperti salat tarawih berjamaah, tadarus Alquran, dan juga buka puasa bersama, setiap hari.

“Makanan pembuka disediakan secara gratis. Siapa saja bisa berbuka di masjid ini,” ungkap Raja Hafiz.

Penulis / Editor : Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *