
“Upayakan anak-anak Anda selalu bergerak untuk menghindari risiko terkena diabetes mellitus”
Selama ini kebanyakan masih banyak orang beranggapan diabetes mellitus hanya diidap bagi orang dewasa. Tapi faktanya, banyak anak-anak yang terdeteksi terkena gangguan metabolisme di mana tubuh memiliki kadar gula yang tinggi untuk jangka waktu yang lama itu.
Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebanyak 1645 anak mengidap diabetes mellitus. Paling banyak menyerang anak usia 10-14 tahun.
Di Provinsi Kepulauan Riau sendiri diketahui ada lima anak berusia 4-11 tahun mengidap diabetes tipe 1.
Sebagaimana diketahui, diabetes pada anak memiliki dua tipe.
Tipe 1, kelenjar pankreas anak belum maksimal atau tidak sama sekali memproduksi insulin hingga menjadi pemicu peningkatan gula darah.
Sedangkan tipe 2, anak mampu memproduksi insulin, tetapi tidak efektif sehingga kadar gula darah tidak begitu baik.
Lalu adakah cara agar si buah hati kita terhindar dari penyakit ini?

Ketua Ikatan Dokter Anak Kepulauan Riau, dr H M Risqa SpA MKes menjelaskan, pola hidup serta pola makan yang tidak sehat, ditambah serta sangat jarang beraktivitas di luar rumah.
“Banyak anak saat ini mager (malas bergerak), sehingga sangat jarang menggunakan otot-otot tubuh,” sebutnya.
Anak pada tipe ini disebut Risqa biasanya memiliki kebiasaan menonton televisi atau bermain gadget.
“Ini yang dikhawatirkan akan menimbulkan anak terkena diabetes tipe 2 lebih besar,” pungkasnya.
“Baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2 sama-sama mengkhawatirkan,” imbuhnya lagi.
Agar anak terhindar dari diabetes mellitus, Risqa menyarankan agar anak-anak lebih sering bergerak, melakukan aktivitas yang menggunakan otot-otot tubuh.
Penulis/Editor : Andri






