Batam,mejaredaksi – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura, mengajak gereja-gereja di Kepri untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan sekaligus menyukseskan pembangunan daerah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan menjadi kunci memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kepri.
Ajakan tersebut disampaikan Nyanyang saat membuka Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Ke-1 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Kepulauan Riau Tahun 2026 di Gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) House of Glory, Batam, Senin (06/7/2026).
Ia mengatakan, Kepri merupakan daerah yang dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya. Keberagaman tersebut harus terus dijaga sebagai kekuatan dalam menciptakan kehidupan yang damai, dan harmonis.
“Pemerintah Provinsi sangat mengharapkan dukungan dari gereja-gereja yang tergabung dalam PGIW untuk menjadi mitra strategis pemerintah, agen-agen kebaikan, serta membantu menyampaikan pembangunan kepada masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Peran seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, sangat dibutuhkan untuk menjaga kondusivitas daerah sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.
Karena itu, Ia mengajak seluruh pengurus dan jemaat gereja terus menanamkan nilai toleransi, persaudaraan, dan gotong royong agar Kepulauan Riau tetap menjadi daerah yang aman, rukun, dan mampu berkembang di tengah keberagaman.
Dalam kesempatan tersebut, Nyanyang juga menyinggung persoalan batal berangkatnya Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kepri ke Manokwari beberapa waktu lalu. Di hadapan peserta sidang, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar gereja atas kejadian tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kondisi tersebut. Pemerintah Provinsi akan melakukan evaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali pada pelaksanaan Pesparawi di masa mendatang,” tegasnya.
Menurutnya, Pemprov Kepri tetap berkomitmen mendukung pembinaan kehidupan beragama dan berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter masyarakat serta menjaga persatuan di Provinsi Kepri.






