Tanjungpinang,mejaredaksi – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, melakukan kunjungan silaturahmi ke kebun Kogabwilhan I di Dompak, Tanjungpinang, Senin (11/5/2026).
Kunjungan tersebut membahas penguatan ketahanan pangan hingga pengembangan pertanian berbasis teknologi di wilayah Kepri.
Kedatangan Wagub Nyanyang disambut langsung oleh Pangkogabwilhan I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo.
Dalam kesempatan itu, Nyanyang mengapresiasi pengembangan pertanian multikultur yang diterapkan di kawasan kebun Kogabwilhan I.
Menurutya, konsep pertanian yang memadukan tanaman palawija, peternakan, hingga teknologi mikroba dapat menjadi contoh bagi Pemerintah Provinsi Kepri dalam meningkatkan sektor pangan daerah.
“Tadi saya melihat tanaman multikultur dan palawija. Mudah-mudahan ini bisa menjadi penyemangat bagi kami bersama Dinas Pertanian untuk berkolaborasi meningkatkan ketahanan pangan di Kepri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, teknologi pertanian seperti penggunaan mikroba dan biobakteri dinilai mampu mendukung kualitas tanah maupun air untuk pertanian dan peternakan.
“Di sini ada pembelajaran bagi kami. Nantinya kami juga akan menggelar pelatihan terkait Bios 44 untuk mendukung pertanian dan peternakan,” katanya.
Selain itu, Pemprov Kepri juga mulai mempelajari program penanaman padi gogoh yang dinilai cocok diterapkan di wilayah kepulauan.
Sementara itu, Pangkogabwilhan I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo mengatakan pihaknya siap mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan dan kemandirian wilayah kepulauan.
“Konsep yang disampaikan Wagub lebih kepada kemandirian kepulauan. Salah satunya melalui penguatan ketahanan pangan,” katanya.
Ia menyebut sejumlah wilayah seperti Lingga, Bintan hingga Dompak berpotensi menjadi lokasi pengembangan pertanian pangan, meski masih menunggu penyesuaian tata ruang.
Kunto menambahkan, pihaknya juga menyiapkan sejumlah alternatif komoditas pertanian yang dapat menjadi peluang baru bagi masyarakat.
“Kami mencoba menselaraskan program pemerintah dan mendorong implementasi teknologi pertanian baru sesuai kebutuhan daerah,” tutupnya.







