Papua, mejaredaksi – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menilai Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya dan agrowisata unggulan di Indonesia.
Penilaian tersebut disampaikan usai meninjau sejumlah destinasi wisata pada Kamis (6/8/2026), sebagai bagian dari upaya Kementerian Pariwisata mendorong pengembangan destinasi berbasis budaya lokal yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kunjungan diawali ke Desa Wisata Kumugima, salah satu destinasi yang telah dikenal wisatawan mancanegara karena menawarkan pengalaman hidup bersama masyarakat adat. Wisatawan dapat menikmati tradisi bakar batu, pertunjukan tari tradisional, hingga melihat rumah adat honai yang masih terjaga sebagai warisan budaya Papua.
“Senang sekali ini pertama kalinya saya datang ke Wamena. Tadi melihat Desa Wisata Kumugima, kemudian dilanjutkan mengunjungi mumi di Aikima. Saya sangat senang bisa melihat langsung potensi wisata yang luar biasa di sini, didampingi Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati,” ujar Wamenpar Ni Luh.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Desa Aikima, tempat Wamenpar menyaksikan langsung mumi berusia lebih dari 300 tahun yang menjadi salah satu ikon wisata budaya Wamena.
Mumi tersebut merupakan jasad Kepala Suku Wirafak Elosak yang diyakini hidup pada masa perang antarsuku. Berdasarkan cerita turun-temurun, sebelum wafat ia berpesan agar jasadnya diawetkan sebagai warisan budaya bagi keturunannya. Hingga kini, mumi tersebut tetap dirawat masyarakat adat dan menjadi daya tarik wisata yang dikenal hingga mancanegara.
Dalam kunjungan itu, Wamenpar juga bertemu sejumlah wisatawan asal Italia yang memasukkan Wamena sebagai destinasi setelah mengunjungi Raja Ampat untuk menikmati kekayaan budaya Papua sekaligus menghadiri Festival Budaya Lembah Baliem.
“Saya sempat bertemu wisatawan dari Italia. Kami berbincang dan mereka mengaku sangat menikmati pengalaman berada di Wamena setelah dari Raja Ampat, kemudian melanjutkan perjalanan ke sini,” kata Ni Luh.
Menurutnya, tingginya minat wisatawan asing menunjukkan Wamena telah menjadi bagian penting dari jalur wisata Papua, khususnya bagi wisatawan yang mencari pengalaman budaya yang autentik.
Selain mengunjungi destinasi budaya, Wamenpar juga meninjau Workshop Noken Street Fashion untuk melihat kreativitas para perajin noken khas Papua. Ia menilai produk kerajinan lokal merupakan bagian penting dari ekosistem pariwisata karena mampu menghadirkan nilai budaya sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Tak hanya budaya, Wamena juga dinilai memiliki peluang besar di sektor agrowisata. Wamenpar meninjau kebun nanas di Kumugima serta kopi Wamena yang selama ini dikenal memiliki cita rasa khas dan menjadi salah satu komoditas unggulan Papua Pegunungan.
Potensi tersebut dinilai dapat dipadukan dengan wisata budaya sehingga wisatawan memiliki lebih banyak aktivitas dan waktu tinggal (length of stay) selama berada di Wamena.
“Jadi, saya pikir masih banyak pekerjaan rumah yang bisa kita kerjakan bersama pemerintah daerah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperpanjang length of stay wisatawan yang datang ke sini,” ujar Ni Luh.
Ia menegaskan, kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menjadi kunci dalam membangun pariwisata berkelanjutan. Integrasi wisata budaya, sejarah, alam, dan agrowisata diyakini mampu meningkatkan daya saing Wamena sekaligus menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan mengembangkan dan mengemas lebih banyak daya tarik wisata yang ada di sini, kita bisa meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menghadirkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata maupun agrowisata,” kata Wamenpar.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong pengembangan pariwisata berbasis kekuatan budaya dan potensi lokal.
“Kami ingin mendorong agar pariwisata tumbuh dengan bertumpu pada kekuatan budaya dan potensi lokal yang dimiliki daerah,” pungkasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wamenpar didampingi Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata Raden Wisnu Sindhutrisno dan Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere.











