Kemenpar Libatkan Enam Wamen Bahas Pengembangan KEK Samota

Sumbawa,mejaredaksi – Kementerian Pariwisata melibatkan enam wakil menteri dalam pembahasan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Samota di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah membangun kawasan wisata bahari yang tak hanya menarik investasi, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan pengembangan KEK Samota dirancang dengan konsep ekonomi biru, ekonomi hijau, ekonomi sirkular, dan ekonomi kreatif agar manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan.

“Pengembangan kawasan ini tidak semata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat UMKM, serta menarik investasi jangka panjang,” ujar Ni Luh, Jumat (24/7/2026).

Forum tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Wakil Menteri HAM Mugiyanto Sipin, serta Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza dan Wakil Menteri PPPA Veronica Tan.

“KEK Samota merupakan aset strategis bagi pariwisata Indonesia karena memadukan keindahan bahari, kawasan konservasi, dan budaya dalam satu kawasan,” katanya.

Selain didukung Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin dan Pelabuhan Pototano, kawasan ini juga memiliki potensi besar dari sektor perikanan, peternakan, hingga ekonomi kreatif yang akan dikembangkan secara terintegrasi.

“Kemenpar akan terus memperkuat ekosistem investasi pariwisata melalui fasilitasi perizinan, pengembangan infrastruktur, peningkatan SDM, hingga promosi investasi,” tambahnya.

Pemerintah berharap kolaborasi lintas kementerian mampu mempercepat realisasi KEK Samota sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.

“Pengembangan KEK Samota harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat daya saing pariwisata Indonesia,” tutup Ni Luh.