400 Kitab & Manuskrip Kuno Kutubkhanah Marhum Ahmadi Pulau Penyengat Dipamerkan

Kitab dan manuskrip koleksi Kutubkhanah Marhum Ahmadi yang dipamerkan di Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat. Terdapat sebanyak 400 kitab ilmu pengetahuan dan mushaf Al-Qur’an yang dipamerkan hingga 6 April 2023. (Foto: Andri)

Tanjungpinang, MR – Sebanyak 400 kitab dan manuskrip kuno koleksi Kutubkhanah (perpustakaan) Marhum Ahmadi dipamerkan di Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Kitab dan manuskrip yang dipamerkan ini adalah kitab dan manuskrip yang sebelumnya ditempatkan di lemari khusus di dalam Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat.

Manuskrip dan mushaf Al-Qur’an koleksi Kutubkhanah Marhum Ahmadi ini mulai dipamerkan menjelang Ramadan 1444 H / 2023 lalu.

Kitab dan manuskrib yang dipameran umumnya menggunakan bahasa Arab.

Salah satu kitab berharga di antaranya Al-Qanaayn Fi At-Tibb, kitab terkenal karya Ibnu Sina – Bapak Kedokteran Modern – yang menjadi rujukan bidang kedokteran selama berabad-abad.

Selain kitab maupun manuskrip, turut pula dipamerkan sejumlah reproduksi foto-foto dari beberapa tokoh kerajaan Melayu Riau-Lingga serta yang berkaitan dengan kerajaan maupun keilmuan kala itu.

Beberapa tokoh di antaranya foto-foto Yang Dipertuan Muda Riau ke-10 Raja Muhammad Yusuf al-Ahmadi.

Kemudian ada foto Raja Haji Ahmad bin Raja Hasan, dikenal dengan Raja Ahmad Tabib, dokter pribadi Sultan Riau-Lingga yang terakhir.

Dalam pameran ini juga pengunjung dapat melihat foto Imam Masjid Pulau Penyengat tahun 1938-1960-an, Raja Haji Ahmad (Engku Haji Imam).

Untuk diketahui, Khutubkhanah Marhum Ahmadi ddidirikan Yang Dipertuan Muda Riau ke-10 Raja Muhammad Yusuf al-Ahmadi.

Perpustakaan ini didirikan pada tahun 1890-an. Ketika beliau wafat pada tahun 1899, perpustakaan dikenal dengan Kutubkhanah Marhum Ahmadi.

Salah satu foto Yang Dipertuan Muda Riau ke-10 Raja Muhammad Yusuf al-Ahmadi, pendiri Kutubkhanah Marhum Ahmadi yang turut dipamerkan. (Foto: Andri)

Pendataan untuk Pembuatan Katalog

Aswandi Syahri, kurator kitab pameran, Aswandi Syahri menerangkan, pameran yang digelar hingga 6 April 2023 ini merupakan kegiatan sampingan dari kegiatan pendataan yang muaranya adalah pembuatan katalog kitab koleksi Kutubkhanah Marhum Ahmadi.

“Selama ini memang ada Katalognya, tetapi tidak bisa dipergunakan lagi karena tidak lengkap,” ujar Aswandi yang merupakan Budayawan dan Sejarawan Kepri ini, Minggu (2/4/2023).

Pembuatan katalog baru dia sebut untuk bisa mengetahui pasti berapa banyak koleksi Kutubkhanah Marhum Ahmadi dan apa saja judulnya.

“Selain itu untuk mengetahui kitab apa saja yang dalam kondisi baik dan apa saja yang rusak dan akan dikonservasi,” terangnya.

Menurut Aswandi, setidaknya terdapat 400 judul kitab yang akan disebarluaskan informasinya kepada masyarakat. Kitab itu berupa kitab ilmu pengetahuan serta pendidikan agama Islam.

Selain yang dicetak di Pulau Penyengat, terdapat cukup banyak kitab yang didatangkan dari luar. Di antaranya dibeli dari Mesir dan India pada akhir abad 19.

“Raja Muhammad Yusuf al-Ahmadi pernah membeli kitab dari Turki dan India yang total biaya kala itu sebesar seribu Rupiah Hindia Belanda,” terang Aswandi.

Menurutnya, koleksi yang ada di Kutubkhanah Marhum Ahmadi sebenarnya melengkapi yang dicetak dan ditulis di masa yang sama.

Ia menyebut di Pulau Penyengat saat ini masih terdapat kitab maupun manuskrip yang menjadi koleksi masyarakat karena menjadi bagian dari pusaka keluarga.

“Saya bisa perkirakan ada ratusan manuskrib dan kitab di Penyengat. Masih banyak kitab tua lainnya,” ungkap Aswandi.

Penulis/Editor : Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed