Tanjungpinang,mejaredaksi – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang tengah memetakan penempatan bagi 464 calon peserta didik yang belum lolos Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Langkah tersebut dilakukan dengan memanfaatkan sekitar 1.000 kursi yang masih tersedia di sejumlah sekolah.
Ketua Panitia SPMB Disdik Tanjungpinang, Novi Perdana Wari, mengatakan jumlah calon murid yang belum diterima berasal dari hasil seleksi SPMB online pada dua tahap pelaksanaan.
“Dari hasil seleksi, masih ada 464 calon peserta didik yang belum memperoleh sekolah. Terdiri dari 109 calon murid jenjang SD dan 355 calon murid jenjang SMP,” ujarnya, Rabu (08/7/2026).
Menurutnya, para calon murid tersebut sebelumnya mengikuti seleksi melalui berbagai jalur, mulai dari domisili hingga prestasi, namun belum berhasil mendapatkan kursi di sekolah tujuan.
Untuk memastikan seluruh anak tetap memperoleh layanan pendidikan, Disdik akan mengarahkan mereka ke sekolah yang masih memiliki sisa daya tampung (RDT). Saat ini, jumlah kursi yang belum terisi diperkirakan mencapai 1.000.
“Yang sedang kami lakukan sekarang adalah pemetaan. Karena itu, bagi peserta yang belum diterima kami belum bisa langsung memberikan keputusan. Kebijakan ini tidak hanya menjadi kewenangan dinas, tetapi juga akan dibahas bersama Wali Kota agar penempatannya sesuai dengan daya tampung sekolah,” katanya.
Ia menjelaskan, proses pemetaan juga mencakup penyampaian informasi kepada orang tua atau wali murid mengenai sekolah yang masih memiliki kuota sehingga penempatan dapat dilakukan secara merata.
Sebagai informasi, SPMB tahap pertama untuk jalur afirmasi dan prestasi dilaksanakan pada 23–24 Juni 2026. Sementara tahap kedua melalui jalur domisili dan mutasi berlangsung pada 29–30 Juni 2026.
Saat ini Disdik Tanjungpinang masih menunggu hasil pemetaan dan persetujuan pemerintah daerah sebelum mendistribusikan ratusan calon murid tersebut ke sekolah yang masih memiliki daya tampung.












