Pegawai Wanita Disbudpar Tanjungpinang Kenakan Kebaya Labuh Setiap Jumat

Pegawai perempuan di lingkungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang mengenakan Kebaya Labuh, kebaya khas Kepri, sebagai dukungan diajukannya kebaya sebagai warisan budaya takbenda Indonesia ke UNESCO. (Foto Disbudpar Kota Tanjungpinang)

Tanjungpinang, MR – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang mendukung upaya pemerintah melestarikan kebaya sebagai warisan Indonesia.

Wujud dukungannya, pegawai perempuan Disbudpar Tanjungpinang mengenakan kebaya. Ini dimulai pada Jumat (24/2/2023).

Ini juga sekaligus dukungan terhadap dijadiaknnya kebaya sebagai warisan takbenda asal Indnesia yang didaftarkan ke The United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

“Kita mulai dari pegawai Disbudpar. Kemarin (Jumat), sudah banyak pegawai perempuan yang memakai baju kebaya labuh,” kata Kadisbudpar Tanjungpinang, Muhammad Nazri, Senin (27/2/2023).

Pamong Budaya Ahli Madya Disbudpar Tanjungpinang, Safarudin menambahkan, baju kebaya labuh bukan sesuatu hal yang asing bagi masyarakat Kepri.

Kebaya labuh merupakan salah satu pakaian adat Melayu, di samping baju kurung, baju pesak enam, belah Bintan, dan sebagainya.

Menurutnya, selama ini masyarakat Kepri, khususnya kaum perempuan sudah banyak yang memakai kebaya, baik saat acara pesta, wisuda, atau acara resmi lainnya.

Kebaya disebut Safarudin bukan sesuatu yang asing bagi orang Melayu Kepri.

“Bersamaan kebaya diusulkan ke UNESCO sebagai warisan budaya takbenda dunia, maka pegawai perempuan disbudpar melakukan aksi dengan memakai baju kebaya labuh,” ucapnya.

Penulis/Editor : Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *