
Natuna, MR – Pencarian korban longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, kembali diperpanjang.
Penambahan masa pencarian dilaksanakan mulai hari ini, Kamis (16/3/2023) hingga dua hari kedepan.
Bupati Natuna Wan Siswandi, Kamis (16/3/2023) mengatakan, perpanjangan kedua pencarian korban ini berdasarkan kesepatakan antara pihaknya bersama Kepala Basarnas, Kapolres, dan Dandim.
“Kami telah melaksanakan rapat terbatas, dan disepakati pencarian dilanjutkan tiga hari kedepan,” sebut Wan Siswandi.
Di samping itu, upaya pembicaraan bersama pihak keluarga atau ahli waris telah dilakukan dilakukan.
Pemerintah Kabupaten Natuna berupaya meyakinkan pihak keluarga korban jika proses pencarian tiga hari masa perpanjangan kedua dilaksanakan dengan maksimal dalam.
“Kalau akhirnya di waktu penambahan korban tidak ditemukan, kami minta pihak keluarga atau ahli waris dapat mengiklaskan,” sebut Wan Siswandi.
Hingga hari ini masih terdapat empat warga yang masih belum ditemukan. Pencarian dilakukan di hari kesepuluh, Rabu (15/3/2023) kemarin tidak membuahkan hasil.
Total korban meninggal dalam bencana tanah longsor yang telah ditemukan berjumlah 50 orang. Satu jenazah di antaranya belum bisa diidentifikasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Natuna, Abdul Rahman menjelaskan, pencarian di tiga hari perpanjangan kedua masa pencarian ini difokuskan kepada area-area yang dicurigai.
Pencarian juga diiringi dengan pembersihan area, khususnya badan jalan yang tertutup material longsor.
Medan yang dipenuhi material bangunan dan pohon berukuran besar menjadi penghambat proses pencarian. Demikian pula kontur tanah yang berair mengakibatkan sulit melakukan pergerakan.
“Namun demikian kami tetap optimis dan berusaha semaksimal mungkin hingga hari terakhir pencarian. Kita berharap semua korban bisa ditemukan,” ungkap Abdul Rahman.
Kendati demikian, Basarnas Natuna tetap akan melaksanakan peantauan setelah masa pencarian selesai.
“Personel kami yang berada di Serasan akan memantau. Kalau nantinya ada korban ditemukan oleh masyarakat, personel kami akan turun dan mengevakuasi,” tutupnya.
Penulis / Editor : Andri






