Tanjungpinang, mejaredaksi – Proyek Estuari DAM senilai Rp14 triliun di wilayah Bintan dan Tanjungpinang dipastikan tidak akan menyentuh lahan daratan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menegaskan, bendungan raksasa ini justru akan dibangun di kawasan laut untuk mengamankan pasokan air bersih di Pulau Bintan dan Batam.
Asisten II Setdaprov Kepri, Luki Zaiman Prawira menyebutkan proyek ini masih dalam tahap kajian menyeluruh.
“Estuari DAM ini dirancang untuk menjawab kebutuhan air bersih jangka panjang bagi masyarakat Bintan, Tanjungpinang, hingga Batam,” ujarnya, Rabu (11/6/2025).
Pembangunan ini akan dibiayai pihak swasta, yakni PT Moya, dengan nilai investasi mencapai Rp14 triliun. Saat ini, pihak perusahaan masih mengkaji luas wilayah laut yang akan dibendung.
Menurut Luki, banyak masyarakat salah paham mengira bendungan akan memakan lahan darat. Ia menegaskan, proyek ini justru akan membendung laut dari kawasan Tanjungpinang hingga Teluk Bintan tanpa merendam permukiman warga.
“Bendungan ini bukan di darat, tetapi di laut. Jadi tidak akan mengganggu pemukiman atau kawasan pertanian. Kami juga sedang menganalisis dampak lingkungan yang mungkin timbul,” jelasnya.
Dengan konsep estuari yang unik, proyek ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang penyediaan air bersih bagi tiga wilayah strategis di Kepri. Pemerintah pun menjanjikan keterbukaan informasi kepada publik selama proses kajian berlangsung.
Penulis: Ismail | Editor: Andri






