Tanjungpinang, mejaredaksi – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) genap berusia 23 tahun pada 24 September 2025. Perayaan Hari JadiĀ ini menjadi momentum bagi pemerintah provinsi untuk merefleksikan capaian sekaligus mengakui tantangan berat yang masih membayangi.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad secara terbuka menyebut, meskipun telah banyak kemajuan, Kepri masih bergelut dengan masalah ekonomi dan kemiskinan yang kian kompleks.
Dalam pidatonya usai Upacara Peringatan Hari Jadi ke-23 Kepri di Gedung Daerah Tanjungpinang, Rabu (24/9/2025), Ansar menekankan bahwa pembangunan di Kepri tidaklah mudah.
“Kita dihadapkan dengan berbagai tantangan yang semakin kompleks dan dinamis, baik itu sisi ekonomi, kemiskinan, kerukunan, dan lainnya,” ujarnya.
Namun, di balik pengakuan tersebut, Ansar juga memaparkan sejumlah program strategis yang menjadi tumpuan Pemprov Kepri untuk menjawab tantangan tersebut.
Program strategis tersebut meliputi: Konektivitas dan Digitalisasi untuk menghubungkan Antar Pulau, dimana Pemprov Kepri fokus pada percepatan infrastruktur untuk mengatasi isolasi wilayah, terutama di daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal).
Pembangunan pelabuhan terus digenjot untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah, sementara transformasi digital dipercepat melalui pembangunan 77 BTS (Base Transceiver Station) di tujuh kabupaten/kota.
Kemudian penguatan ekonomi kerakyatan melalui UMKM dan perlindungan Sosial. Pemprov melakukan penguatan UMKM melalui penyaluran modal usaha dengan subsidi bunga 0 persen.
Selain itu, program perlindungan sosial juga diperluas, dengan BPJS Ketenagakerjaan yang telah menyasar 31.304 nelayan dan 9.200 petani. Di tahun depan, program ini bahkan direncanakan akan mencakup tukang ojek online, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjangkau sektor pekerja informal.
Program strategis selanjutnya adalah Listrik dan layanan dasar. melalui program Kepri Terang menjadi salah satu prioritas dalam pemenuhan infrastruktur dasar. Hingga tahun 2025, program ini telah menjangkau 12.764 rumah tangga, yang berkontribusi pada pencapaian rasio elektrifikasi 99,1% di tahun 2024.
Ada juga program strategis pendidikan dan kesehatan. Pemprov Kepri menggelontorkan program beasiswa, bantuan transportasi siswa, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.
Di sektor kesehatan, dukungan bantuan biaya pendidikan bagi dokter spesialis dan peningkatan layanan khusus seperti Neuron Intervensi dan By Pass Jantung menjadi bukti nyata investasi jangka panjang pemerintah di bidang ini.
Terakhir untuk mempercepat pembangunan, Pemprov Kepri juga bersinergi dengan program strategis nasional. Beberapa di antaranya adalah program Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, Program 3 Juta Rumah, dan Stabilisasi Pasokan Harga Pangan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat efektivitas program dan memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.






