PASI Tanjungpinang Klarifikasi Rekrut Atlet Luar Seleksi Demi Target Emas

Tanjungpinang,mejaredaksi – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Tanjungpinang memberikan klarifikasi terkait polemik penambahan atlet di luar mekanisme seleksi terbuka untuk ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kepulauan Riau 2026.

Ketua PASI Tanjungpinang, Ade Noverwin, membenarkan bahwa terdapat satu atlet yang direkrut di luar proses seleksi resmi.

Namun, keputusan tersebut disebut sebagai langkah strategis berdasarkan kebutuhan tim dan hasil evaluasi performa atlet yang telah mengikuti seleksi sebelumnya.

“Kalau untuk satu orang, betul ada yang tidak melalui seleksi terbuka. Tapi hal itu sudah kami sampaikan secara lisan ke guru-guru, karena ini memang kebutuhan tim,” ujar Ade, Jumat (01/5/2026).

Ia menjelaskan, sebelum keputusan tersebut diambil, PASI telah melaksanakan seleksi terbuka yang disosialisasikan ke sekolah-sekolah sejak April lalu.

Sebanyak 108 atlet mengikuti proses tersebut, mencakup berbagai nomor atletik, mulai dari lari hingga lempar lembing.

Menurutnya, proses seleksi berjalan transparan dan turut diawasi oleh pelatih, juri, serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tanjungpinang. Namun, dari hasil evaluasi, terdapat kekurangan pada nomor lempar lembing.

“Peserta lempar lembing hanya empat orang. Hasil terbaiknya 25 meter, sementara juara tahun lalu mencapai 38 meter,” jelasnya.

Dengan selisih capaian yang cukup jauh, tim pelatih menilai performa atlet dari seleksi terbuka belum mampu bersaing di level Popda.

Sementara itu, jadwal pertandingan yang semakin dekat menuntut kesiapan tim yang lebih optimal.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, PASI kemudian melakukan pencarian tambahan dengan berkoordinasi ke sejumlah sekolah. Dari hasil penelusuran, ditemukan satu atlet yang dinilai memiliki potensi lebih baik.

“Kami lakukan tes langsung dan hasilnya mencapai 33 meter. Karena kebutuhan tim, akhirnya kami ambil atlet tersebut. Apalagi dia juga sedang persiapan untuk O2SN,”ungkapnya.

Ia menambahkan, keputusan tersebut sekaligus membuat atlet hasil seleksi terbuka untuk nomor lempar lembing tidak dibawa ke Popda. Langkah ini diambil demi memaksimalkan peluang meraih medali.

“Ini bagian dari strategi. Kami ingin hasil terbaik, minimal bisa meraih emas atau perak,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa langkah tersebut tidak melanggar aturan. PASI, kata dia, telah berkoordinasi dengan Dispora dan memperoleh izin untuk merekrut atlet potensial di luar seleksi terbuka.

“Secara regulasi sudah kami tanyakan ke Dispora dan diperbolehkan. Intinya kami mencari peluang menang,” pungkasnya.