
Batam, Mejaredaksi – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kota Batam sebesar 7,04 persen belum dapat dikatakan baik jika dibanding dengan porsi anggaran yang dimiliki sebesar Rp6,2 triliun setahun.
“Kalau bicara pertumbuhan ekonomi Batam, menurut saya bisa 11 persen sampai 15 persen itu baru sukses, berhasil,” kata Ansar dikutip dari podcast Tribun Batam, yang diunggah Sabtu (21/9/2024).
Ansar menyebut, jika dibanding dengan kabupaten dan kota lain di Kepri, pertumbuhan ekonomi di Batam memang paling tinggi.
Ekonomi Bintan tumbuh di angka 6,5 persen, Karimun sebesar 5,5 persen, sedangkan Tanjungpinang, Natuna, Anambas dan Lingga pertumbuhannya relatif jauh di bawah angka terebut.
Namun, Ansar menegaskan jika pertumbuhan ekonomi sedianya tidak terfokus kepada angkanya saja, tapi lebih berbicara soal struktur pondasi penguatan pertumbuhan ekonominya.
“Baru kemudian bicara bagaimana pertumbuhan ekonomi bisa menberikan trickle down efek hingga ke masyarakat sebanyak-banyaknya, atau dalam kata lain pemerataan,” ungkap Ansar.
Jika di perbandingkan satu dengan yang lain, lanjut Ansar, Kota Batam memiliki porsi anggaran lebih besar dibanding kabupaten/kota di Kepri.
Dalam setahun, Batam mengelola uang sebesar Rp6,2 triliun, yakni Rp2,6 triliun dana BP Batam dan Rp3,5 triliun lebih merupakan APBD Pemko Batam.
“Bayangkan Rp6,2 triliun itu Kota Batam mengelola sendiri, ditambah lagi dukungan swastanya kuat, dan FTZ nya juga sudah menyeluruh. Ditambah lagi ada Rempang, Galang dan beberapa yang lain. Serta ada 3 kawasan KEK sekarang. Sehingga benar jika Batam ini memang sangat kuat sekali. Tapi menghasilkan pertumbuhan ekonomi 7,04 dengan anggaran total Rp6,2 triliun itu,” papar Ansar.
Lalu Ansar membandingkannya dengan Kabupaten Bintan yang dalam setahun dengan anggaran APBD nya Rp1,2 triliun dan FTZ-nya pun cuma sebagian. Serta ditambah satu kawasan KEK yakni Bintan Alumina. Namun demikian pertumbuhan ekonomi Bintan bisa mencapai hingga 6,5 persen. Atau hanya berbeda 0,54 persen saja dibanding pertumbuhan ekonomi Kota Batam.
Seharusnya, jika dilihat dari sisi porsi anggaran, dukungan swasta, dan beberapa kebijakan yang ada, anggaran Batam Rp6,2 triliun terebut perbandingannya 5 kali lipat dengan anggaran setahun di Bintan yang hanya Rp1,2 triliun.
“Batam itu pertumbuhan ekonominya harusnya bisa belasan persen, bukan 7,04 persen. Dengan porsi anggaran, geliat pembangunan, infrastruktur dan lain-lain, bahkan menutut saya bisa sampai 15 persen,” tegas Ansar.
Pertumbuhan Batam di angka 15 persen tersebut bukan hal yang mustahil menurut Ansar, karena Kabupaten Bintan yang dengan anggaran Rp1,2 triliun ekonominya bisa tumbuh sebesar 6,5 persen.(*)
Editor: Andri






