
Tanjungpinang, MR – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad berjanji akan mengalokasikan dana sebesar Rp500 juta untuk Dewan Pengurus Wilayah (DW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kepulauan Riau.
Hal ini disampaikan Ansar ketika membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan Training of Trainer (ToT) DPW PPNI Kepri di Hotel Aston, Jumat (3/2) malam.
Menurut Ansar, dana Rp500 juta yang akan diberikan kepada DPW PPNI Kepri ini akan dialokasikan dalam APBD Kepri tahun 2024 mendatang. Pemberian bantuan anggaran disebut mantan legislator DPR RI ini sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk peningkatan kualitas dan kompetensi perawat yang ada di Provinsi ini.
“Pemprov Kepri berharap kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Jadi untuk kegiatan tahun depan dianggarkan dari APBD Keri,” ujar Ansar.
Dalam kesempatan ini Ansar menyampaikan perawat merupakan garda depan kesehatan. Upaya pengendalian Covid-19 yang terjadi di Kepri dikatakan Ansar tidak lepas dari kerja keras para perawat.
“Pandemi Covid-19 kemarin Kepri termasuk salah satu provinsi yang penanganannya paling baik. Vaksinasi kita juga tertinggi di luar Jawa dan Bali. Ini semua juga karena andil dari kerja keras teman-teman perawat,” papar Ansar.
Rakerwil DPW PPNI Provinsi Kepri tahun ini turut dihadiri Ketua Umum DPP PPNI Dr Harif Fadhillah dan Sekjen DPP PPNI Dr Mustikasari.
Harif Fadhillah menyampaikan, ToT Terintegrasi merupakan implementasi program kerja di 2022.
“Tujuan dari ToT ini meningkatkan koordinasi, komunikasi antar pengurus internal PPNI serta menyamakan gerak langkah dalam menyikapi persoalan khususnya berkaitan dengan kesejahteraan perawat,” ucap Harif.
Hanif mengungkapkan, dalam kegiatan ToT Terintegrasi ini juga dibahas beberapa program unggulan yang bersentuhan langsung dengan warga.
“Kami prioritaskan penguatan organisasi dan menyolidkan solidaritas, kapasitas agar bisa memberikan pelayanan maksimal untuk warga,” jelasnya. (Med/Red/Rls)






